/
Selasa, 09 Agustus 2022 | 10:56 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni (Tintahijau.com)

SUBANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni memastikan program pembangunan infrastruktur dan Poprpov akan terus berjalan meski kini Kabupaten Subang tengah mengalami defisit keuangan.

Menurutnya, program-program tersebut masuk dalam prioritas Pemerintah Kabupaten Subang. Meskipun dalam kondisi keuangan yang defisit tetap harus berjalan.

Asep yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kondisi yang dialami Kabupaten Subang ini tentunya akan berdampak pada sejumlah kegiatan di OPD. Namun demikian, dia memastikan program yanag bersifat prioritas tetap aman.

"Kita ada beberpaa kegiatan yang sifatnya tidak priroitas tidak segera, kita tunda dulu, kita prioritaskan yang kegiatan mendesak, seperti infrastruktur dan berkaitaan yang sudah diagendakan sebelumnya seperti porprov," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Subang tidak mengajukan APBD Perubahan 2022 mendatang. Alasannya karena salah satunya, kondisi keuangaan daerah dalam kondisi defisit.

"Tadi ditegaskan bupati, bahwa tahun 2022 tidak APBD Perubahan dikarenakan pertama kesehatan APBD sudah defisit di angka Rp199 miliar, jadi kalau dipaksakan untuk melakukan perubahan beaarrti harus ada pendapatan sebanding dengan angka itu," katanya melansir dari tintahijau.com.

Asep memaparkan, terjadinya defisit itu disebabkan beberapa faktor yang diantaranya berkurangnya pendapatan daerah daari Pusat dan dampak dari pengangkatan P3K tanpa diimbangi bantuan Pusat

"Pendapatan dari pusat seperti DAK, DAU ada penurunan, termasuk DID (dana insentif daerah) tidak akan menerima kalau kita tidak mendapat wtp selama lima tahun," kata Asep.

Pengangkatan ribuan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga ikut berontribusi defisitnya anggaran Pemkab. Ini dipicu karena tidak diimbangun dengan bertambahnya DAU atau Dana Alokasi Umum. "P3K itu juga berpengaruh karena tidak diiringi dengan DAU," terangnya. ***

Baca Juga: Keuangan Daerah Alami Defisit, Berikut Penjelasan Sekda Subang

Load More