Karawang - Bendungan Walahar adalah salah satu bangunan peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih ada dan kokoh berdiri di Kabupaten Karawang. Bendungan ini terletak di Walahar, Klari, Karawang, Jawa Barat.
Mulanya, bendungan Walahar digunakan untuk mengatur debit air sungai Ci Tarum serta mengairi sawah-sawah yang berada di Kabupaten Karawang seluas 87.396 hektar.
Bendungan Walahar membentuk waduk seluas kurang lebih 15 hektare. Bendungan ini berbatasan dengan Gintungkerta sebelah utara, Anggadita sebelah barat, Kutapuhaci sebelah selatan, dan sebelah timur berbatasan dengan Cimahi.
Menurut catatan sejarah, pembangunan Bendungan Walahar ini dimulai pada tahun 1923 oleh pemerintah Belanda dengan pengawasan seorang ahli perairan dari Belanda bernama C. Swaan Koopman. Kemudian, bendungan Walahar mulai dipakai pada tanggal 30 November 1925.
Bendungan Walahar ini dibangun melintang pada aliran Sungai Ci Tarum sehingga membendung sungai tersebut seluas kurang lebih 50 meter.
Bangunan bendungan Walahar ini terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian bawah, yang merupakan pintu penahan air yang berjumlah 5 pintu; bagian kedua merupakan jembatan seluas 3 meter, yang menghubungkan Klari dan Anggadita, dan bagian ketiga merupakan ruang mesin untuk mengatur sistem bendungan.
Saat ini, bendungan Walahar berfungsi sebagai pengatur debit air sungai Citarum serta mengairi areal persawahan seluas 87.396 hektar yang berada di Kabupaten Karawang. Selain itu, bendungan dipakai untuk menahan air bagi penduduk di Karawang bagian utara ketika musim hujan tiba.
Selain itu, Bendungan Walahar kini digunakan pula sebagai sarana rekreasi, lokasi memancing, serta lokasi wisata bagi warga lokal maupun luar daerah.(*)
Baca Juga: Pasar Karawang Hari Ini: Daging Sapi dan Bawang Merah Turun Harga
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Gaya Modifikasi Yamaha Gear Garapan Ghofar Hilman Jadi Sorotan di JFK 2026
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
Beda Pendidikan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Sama-sama Ditangkap di Kasus Ijazah Jokowi