PURWASUKA - Ban Mobil sendiri memiliki kode produksi yang di umumnya dicetak pada bagian dinding ban mobil itu sendiri. Kode produksi sendiri berguna untuk mengetahui kapan tepatnya ban tersebut dibuat serta kapan sebaiknya ban tak lagi dipakai.
Mengingat, seperti kebanyakan produk otomotif lainnya. Hampir setiap komponen tentu memiliki masa pakai atau umur pakai. Semakin lama umur masa pakai, maka semakin berkurang pula kualitasnya. Begitu juga dengan Ban Mobil.
Cara Membaca Kode Produksi Ban Mobil dan Penjelasan Lengkap
Oleh karena itulah, mengetahui kode produksi ban serta mengetahui bagaimana cara membaca kode produksi ban mobil amat sangat penting. Karena besar kecilnya mengetahui arti kode produksi ban mobil pun sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dalam berkendara.
Nah bicara mengenai kode produksi ban Mobil. Setidaknya hampir semua merek ban mobil di Indonesia memiliki kode produksi berbeda-beda.
Dimana umumnya kode produksi ban mobil sendiri dicetak menggunakan empat angka unik agar memudahkan untuk membacanya. Dan kode produksi ban sendiri memiliki beberapa fungsi penting baik itu untuk perusahaan maupun untuk konsumen.
1. Kode ban berfungsi sebagai tanda produksi untuk kepentingan internal perusahaan.
2. Pemberian kode produksi pada ban mobil juga digunakan untuk memberi tahu kepada setiap pengguna kapan tepatnya ban tersebut dibuat oleh pabrik ban terkait.
3. Sebagai nomor pelacakan ketika ban ternyata mengalami kendala saat proses pembuatan atau produksi, sehingga mudah ditemukan.
4. Terakhir sebagai standar aturan internasional terkait pembuatan dan produksi ban tersebut.
Baca Juga: Temannya Asyik Main HP, Remaja Ini malah Buat Suasana Geger dengan Kecoa Hidup
Dengan melihat pentingnya kode produksi ban mobil seperti di atas kami sampaikan. Maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa sebagai pengguna kita wajib tahu bagaimana cara membaca kode produksi ban mobil sehingga tidak akan ada kekecewaan saat sudah membelinya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Prediksi Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026 Usai Serangan Amerika Serikat
-
Gamis Kebanggaan Mertua Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Gimana Modelnya?
-
Rudal Israel Hantam Iran, Nasib Tragis Eks Barcelona Terjebak di Pesawat Saat Teheran Membara
-
Baju Lebaran Cheongsam versi Muslimah Ramai di Pasaran, Perpaduan Ramadan dan Imlek
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Piala Dunia 2026 Terancam Perang Iran-AS? FIFA Mulai Pantau Ketat Keamanan Tim di Amerika Serikat
-
CEK FAKTA: Tautan Daftar Mudik Gratis PLN 2026 Beredar, Asli atau Penipuan?
-
CEK FAKTA: BLT Desa 2026 Rp 300 Ribu per Bulan untuk Warga yang Belum Dapat Bantuan, Benarkah?
-
Jadwal Imsak dan Subuh Wilayah Jakarta dan Yogyakarta Hari Ini, Minggu 1 Maret 2026
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari