PURWAKARTA – Pengerukan sungai dan sepadan sungai Cikao dipertanyakan warga. Warga menilai, pemanfaatan maupun kegiatan yang bisa dilakukan di dalamnya, tidak bisa semena-mena dilakukan pihak mana pun di wilayah sekitar sungai.
Seperti diungkapkan warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, saat ini kegiatan pengerukan sedang dilakukan di sungai yang terletak diantara wilayah Desa Cidahu dengan wilayah Desa Parakanlima dan wilayah Desa Cidahu dengan Desa Cisalada tersebut.
Warga pun mempertanyakan perihal kegiatan tersebut, apakah kegiatan itu diperbolehkan atau tidak? Jika tidak diperbolehkan kenapa oleh pihak terkait dibiarkan.
"Sebagai masyarakat Desa Cidahu, saya mempertanyakan kepada pihak terkait, mulai dari pihak desa, kecamatan dan pemerintah daerah perihal kegiatan tersebut,” tuturnya.
Dengan adanya kegiatan pengerukan material yang ada di daerah aliran sungai dan sempadan sungai tersebut, menurutnya, dikhawatirkan akan membahayakan lingkungan sekitar daerah tersebut. “Termasuk perihal amdal maupun perizinannya, apakah sudah ada dan sesuai aturan?,” tegasnya.
Selain itu ia pun berharap pihak terkait bisa segera menindaklanjuti perihal kegiatan yang diduga dilakukan atas perintah pemilik dan atau pengelola kawasan wisata yang tidak jauh dari lokasi pengerukan.
Di kesempatan terpisah pemerhati lingkungan yang juga penulis, Riana meminta pemerintah pusat melalui kementerian terkait yang bertanggungjawab terhadap wilayah sungai Citarum menghentikan pekerjaan tak berizin tersebut.
“Saya menyatakan bahwa pemerintah pusat melalui kementerian yang bertanggungjawab mengawal peraturan perundang-undangan soal wilayah sungai Citarum untuk menghentikan pekerjaan tak berizin ini,” tandasnya.
Pria yang akrab disapa Rian itu pun meminta organisasi-organisai peduli lingkungan untuk bergerak membantu masyarakat dalam mengadvokasi perilaku-perilaku tidak bertanggung jawab yang bisa merusak lingkungan tersebut.
Baca Juga: Forum Ustaz dan Santri Deklarasi Dukung Airlangga Hartarto Capres 2024
Menurutnya, negara dan organisasi lingkungan pun harus hadir dalam menangani masalah lingkungan di Purwakarta. Seperti yang terjadi di Sepadan Sungai Cikao wilayah Citarum ini. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
Terkini
-
Instruksi Langsung Prabowo, Istana Edarkan SE Larang Open House Berlebihan di Idul Fitri 2026
-
Ketika Kecemasan Sosial Datang Bersamaan dengan Hari Raya
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987
-
Cinta Manchester City ke Ousmane Dembele Bertepuk Sebelah Tangan
-
H-4 Lebaran, Puluhan Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Pasar Senen
-
Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus
-
Lampu Proyek Tol Solo-Jogja Banyak Dicuri, Berpotensi Bahayakan Keselamatan Pengendara
-
Masjid Perahu di Cilacap Jadi Rest Area Favorit Pemudik Jalur Selatan
-
Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta
-
Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana