PURWAKARTA - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Purwakarta Melawan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan pemerintah yang menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hari ini, Rabu (7/9/2022).
Aksi massa ini kembali mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta untuk menyalurkan aspirasinya. Agar tidak terjadi kericuhan dalam aksi ini, ratusan personel Polres Purwakarta diterjunkan ke lokasi unjuk rasa.
Kabag Ops, Kompol Dadang Garnadi mengatakan, jumlah personel yang diterjunkan pada aksi unjuk rasa mahasiswa kali ini sebanyak 165 orang. Ratusan personel ini bertugas memastikan jalannya aksi unjuk rasa bisa berjalan aman dan tertib.
"Hari ini, kita terjunkan sebanyak 165 anggota untuk melakukan pengamanan dalam aksi demo yang dilakukan mahasiswa agar berjalan kondusif, lancar, dan aman," katanya, Rabu (7/9/2022).
Selain di depan kantor DPRD Kabupaten Purwakarta, sejumlah personel disiagakan di pertigaan BTN tepatnya di Lapangan Sahate Pasar Jumat.
Dadang menerangkan, pihaknya telah menginstruksikan para personel menjaga jalannya aksi unjuk rasa dengan mengedepankan sikap humanis. Adapun prioritas pengamanan yakni di kantor DPRD Kabupaten Purwakarta.
"Personel Polres Purwakarta akan mengamankan di sejumlah titik, tetapi prioritasnya di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta. Selain itu kita tempatkan sejumlah personel di jalan guna mengatur kelancaran lalulintas," katanya.
Dia meminta kepada peserta aksi untuk tidak berbuat kerusuhan sehingga unjuk rasa ini bisa aman dan tertib. Terkait pengalihan arus di depan kantor DPR sendiri, pihaknya masih menunggu situasi massa di lapangan.
“Rekayasa lalin kita tentatif kita, liat situasional. Jika tidak diperlukan, ya tidak akan kita tutup. Tapi jika memang jumlah massanya diperkirakan bisa menutup Jalan, ya kita lakukan buka tutup,” katanya. ***
Baca Juga: YLBHI Kecam Aksi Represif Polisi ke Mahasiswa Saat Demo Tolak Harga BBM Naik di Bengkulu
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian