SUBANG - Sejumlah langkah strategis disiapkan Pemerintah Kabupaten Subang untuk menghadapi inflasi efek dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan krisis global. Salah satunya dengan memperkuat sinergitas antara lembaga dan pengusaha.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur mengatakan, pengutan sinergitas antara pemerintah dengan pengusaha, BUMD, BUMN dan Forkompimda diyakini bisa mengatasi ancaman inflasi.
Pasalnya, dengan begitu maka kebijakan-kebijakan yang akan dikelurakan ole Pemkab Subang bisa lebih dinamis dengan mempertimbankan banyak faktor lainnya. Hal ini tentunya untuk menjaga kondisi sektior perekonomian Kabupaten Subang.
Misalnya, dengan melakukan penghematan energi melalui mengubah gaya hidup seperti membiasakan bersepeda hingga penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi dan lainnya.
"Kita bisa lakukan gerakan hemat energy dalam berkegiatan, seperti bagaimana bekerja mengunakan kendaraan ramah lingkungan misalnya sepeda, jalan kaki ataupun motor listrik. Semangat Ini bukan hanya untuk kita, termasuk juga untuk perbankkan," ujar Agus dalam Rapat Kordinasi Forkopimda tentang strategi pengendalian inflansi daerah Kabupaten Subang pada Jum’at (9/9/2022).
Agus pun menilai, banyak hal yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan pemanfaatan lahan di rumah atau lahan mati untuk menanam sayuran, cabai, jagung dan lainnya.
Tak hanya itu saja, langkah lainnya dengan memperkuat produk UMKM dan eksistensi Koperasi di tingkat desa serta memastikan data penerima manfaat bantuan dari pemerintah.
"Yang lainya kegiatan kegiatan yang lebih detailnya terutama untuk perangkat daerah kita diskusikan lebih dalam dan detail lagi di implentasikan, wabil kusus data yang BTT tadi agar tepat saasaran bagai mana mengendalikan inflansi ini," kata Agus mengutip dari Tintahijau.com.
Dia mengakui, bahwa Pemkab Subang belum memiliki data terbaru 2022 terkait inflasi. Sebab BPS Jabar masih menghitung angka inflasi tujuh kota termasuk Subang di dalamnya.
Baca Juga: Naik 25 Persen, Segini Tarif Baru Angkot di Kabupaten Subang
Namun jika mengacu mengacu kepada kota terdekat, angka yang sudah rilis dari Provinsi Jawa Barat pada Agustus lalu sebesar 4,37%. Persentsae ini masih di bawah angka inflsai provinsi 4,73%. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Tekad Jordi Amat Hajar Kamboja di Piala AFF 2026, Tak Sekadar Omong Kosong?
-
Bedak Padat Pixy untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Cek Rekomendasi Shade Ini Biar Nggak Abu-abu
-
Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara, Prioritaskan Pasokan PLN dan Industri Dalam Negeri
-
Pimpinan KPK Bongkar Cara Agar Kepala Daerah Tidak Terjaring OTT
-
Stop Sebut Gen Z Manja! Mereka Cuma Mau Bekerja Tanpa Kehilangan Kewarasan
-
3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas
-
BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 92W, Masyarakat Diminta Waspada Dampaknya
-
GoldenEye Malam Ini di Trans TV: Kebangkitan Sang Agen 007 dan Debut Gemilang Pierce Brosnan
-
Roy Suryo Yakin Menang Kasus Ijazah Jokowi Usai Hakim Terima Eksepsi Dokter Tifa
-
Jangan Salahkan Ekonomi, Tanyakan Siapa yang Mengelolanya