PURWAKARTA - Masyarakat Kabupaten Purwakarta diminta meningkatkan kewaspadaannya menjelang musim hujan. Pasalnya ada sejumlah titik di Kabupaten Purwakarta yang langganan terjadi bencana alam longsor dan banjir.
Imbauan ini disampaikan langsung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana. Dia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir Kabupaten Purwakarta diguyur hujan yang cukup deras.
Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada. Mengingat Kabupaten Purwakarta termasuk daerah rawan bencana alam.
Juddy menerangkan, berdasarkan kajian yang dilakukan pihaknya ada lima kecamatan yang masuk dalam rawan bencana yakni Bojong, Kiarapedes, Wanayasa, Darangdan dan Pondoksalam.
Rerata bencana yang kerap melanda lima kecamatan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi semisal longsor dan banjir.
“Kita sudah punya kajian resiko bencana, 5 kecamatan itu masuk potensi rawan bencana alam,” ujarnya mengutip dari Radarkarawang.id pada Selasa (13/9/2022).
Dia menyebut, bencana alam longsor kategori sedang sudah terjadi di Desa Cibingbin dan di Desa Galudra. Di dua desa itu tembok penahan tebing jebol dan tanah amblas ketika diguyur hujan deras.
“Sudah kita tangani, tidak ada korban,” ucap Juddy.
Juddy mengingatkan, bila terjadi hujan dengan intensitas deras masyarakat selalau waspada. Kemudian, jika ada terjadi bencana segera laporkan kepada pihak desa setempat.
Baca Juga: Buruh Purwakarta Geruduk Kantor Pemkab, Ratusan Petugas Berjaga Amankan Aksi
“Mudah-mudahan bencana alam tidak terjadi lagi di Purwakarta,” pungkansya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
The Desperate Hour: Naomi Watts Dikejar Waktu Selamatkan Anaknya, Malam Ini di Trans TV
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah
-
Menang Lawan Persebaya, Mauricio Souza Justru Ungkap Masalah Persija Jakarta
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang
-
BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara
-
Bank Sumsel Babel Siapkan Undian Rp550 Juta, Ungu Siap Mengguncang Palembang
-
Mesin Cuci Front Loading Paling Irit Merek Apa? Ini 5 Pilihan Terlaris Mulai Rp3 Jutaan
-
Lelah dengan Tekanan Kota? Mungkin Kamu Belum Menemukan "Ruang Pulang" Versi Dirimu Sendiri
-
Sekolah di Riau Dilarang Keras Menahan Ijazah Siswa, Apapun Alasannya!