KARAWANG – Pernyataan anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon yang menyebut "TNI gerombolan" mengundang reaksi dari banyak kalangan. Termasuk dari prajurit TNI. Salah satunya protes itu datang dari Komandan Kodim (Dandim) 0604 Karawang, Letkol KAV, Makhdum Habiburahman.
Perwira menengah TNI itu, meminta Effendi Simbolon menjaga mulut dan ucapannya.
“Hati-hati dengan mulutmu. Apalagi di jalan sekarang pasca Covid-19 dan inflasi itu yang lebih penting. Jangan membuat berisik di republik ini,” ujar Makhdum saat diminta tanggapannya oleh awak mudia terkait penyataan Effendi Simbolon.
Masih menurut Makhdum, pernyataan Effendi yang menyebut TNI seperti gerombolan ormas jelas melukai semua prajurit TNI. “Jujur saja itu menyakiti semua prajurit TNI. Apalagi TNI itu dididik jiwa korsa dan satu komando,” tandasnya.
Makhdum menegaskan, TNI selama ini dikenal sebagai pemersatu bangsa dan penjaga NKRI. Banyak hal pula dilalui TNI bersama rakyat.
“Saat Covid-19 melanda, kita ikut membantu. Sekarang saat inflasi kita turut menggalakan ketahanan pangan. Program ini sudah dicanangkan langsung oleh para petinggi TNI, baik panglima TNI maupun Kasad,” tegasnya.
Ia pun menganggap wajar jika rakyat dan ormas bereaksi keras terhadap pernyataan Effendi Simbolon. Alasannya, hal itu bertolak belakang dengan kenyataan yang ada.
"Saya sendiri secara pribadi sebenarnya marah, tuntutan rakyat sama seperti tuntutan prajurit TNI pada umumnya, jadi tolong diklarifikasi ulang karena itu akan menyejukan,” kata Makhdum.
“Kalau salah bilang salah, tapi kalau tidak, masih ada ego, saya khawatir ada aksi-aksi lanjutan. Bukan dari TNI, TNI itu solid, tapi dari rakyat,” sambungnya.
Baca Juga: Jelang Musim Hujan, BPBD Ingatkan Masyarakat Purwakarta Waspada Banjir dan Longsor
Sebelumnya, Effendi Simbolon pun telah menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka di Gedung DPR pada Rabu, 14 September 2022 kemarin. Namun demikian, tak sedikit pihak agar politisi PDIP tersebut tetap diproses hukum. (*)
Berita Terkait
-
KLHK Periksa Pabrik Pindodeli II Penyebab Puluhan Warga Cigempol Karawang Keracunan
-
Buntut Warga Cigempol Karawang Keracunan, Pabrik Pindodeli II Hentikan Produksi Sementara
-
Berangsur Membaik, Sebagian Warga Korban Keracunan Gas di Karawang Boleh Pulang Dari Rumah Sakit
-
Ramalan Cuaca Karawang Hari Ini, Cek Disini
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Bedak Tabur Dulu atau Cushion Dulu? Ini Panduan untuk Makeup Flawless
-
Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia
-
Pimpinan Komisi III Ahmad Sahroni Jadi Korban Pemerasan, Pelaku Catut Nama KPK Minta Rp300 Juta!
-
5 Parfum Lokal Terbaik dan Wangi Tahan Lama, Ada yang Aromanya Nasi Baru Matang
-
Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?
-
Kantin Meledak, Sekolah di Bogor Hancur: 7 Fakta Ledakan LPG yang Hebohkan Gunung Putri
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
Viral Video Aksi Pemalakan di Tanah Abang, Oknum Hancurkan Dagangan Bakso Gegara Uang Rp100 Ribu
-
Jadi Andalan di Timnas Indonesia, Elkan Baggott dan Ole Romeny Justru Tersisih di Klubnya