Purwasuka - Kompor induksi hampir sama dengan kompor listrik, keduanya menggunakan arus setrum sebagai penghantar arus panas. Hanya saja, kompor listrik umumnya bersifat analog dan tidak menggunakan IoT.
Kompor induksi bekerja melalui proses induksi elektromagnetik untuk menghasilkan arus panas, sedangkan kompor listrik dihasilkan melalui konduktor yang biasanya dari besi berbentuk spiral untuk menghasilkan arus panas pada utensil.
Seperti diketahui, kompor listrik memikili tingkat resiko bahaya yang lebih besar dibandingkan kompor induksi karena sistem perapian atau bagian panas yang terbuka. Untuk komsumsi energinya hanya 9 kWh dengan efisiensi sekitar 55% hingga 79%.
Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan program konversi di tahun depan dengan sasaran 5 juta keluarga penerimaan manfaat (KPM).
Dari konversi ini, diproyeksikan dapat menghemat Rp5,5 triliun per tahun, dan jika jumlah keluarga penerimaan manfaat sebesar 15,3 juta, maka APBN bisa hemat mencapai Rp16,8 triliun per tahun, demikian melansir dari Katadata.co.id.
PLN sendiri telah melakukan uji klinis pada 2.000 proyek percontohan yang ada di Solo dan Bali. Dari 23 keluarga sampel penerima manfaat, ada penghematan APBN sekitar Rp20 juta per tahun.
PLN juga menyebut bahwa konversi dari gas elpiji 3 kg ke kompor induksi dalam skala besar akan menghemat APBN sebesar Rp330 miliar pertahun untuk 300 ribu keluarga penerima manfaat pada tahun 2022.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Brigjen Victor Alexander Lateka Jabat Ketum PABKI, Siap Bawa Transformasi Besar
-
Angkasa Pura Jelaskan Mengapa Penumpang Bawa Sabu Bisa Lolos di Bandara
-
Apakah Boleh Kurban Pakai Utang atau Cicilan? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Ingin Rasakan Tempat Tenang di Makassar? Coba Kunjungi 11 Perpustakaan Ini
-
Akademi Persib Bandung Juara U-18, Rebut Tiket ke Soccer League All-Stars
-
Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?
-
Sumsel United Kampiun Edisi Pertama EPA Championship, ILeague Angkat Topi Kejauraan Lancar
-
3 Dampak Tahun Kuda Api 2026 bagi Kesehatan: Emosi Mudah Naik hingga Stres
-
Apa Itu Pendidikan Berbasis Kasih Sayang? Untuk Melahirkan Generasi Berkarakter
-
RPH Giwangan Siapkan Kuota 465 Hewan Kurban, Pemkot Yogya Larang Keras Panitia Cuci Jeroan di Sungai