/
Minggu, 18 September 2022 | 12:05 WIB
Ilustrasi pengendalian inflasi daerah Subang pasca kenaikan harga BBM. (Freepik)

SUBANG - Bupati Subang, Ruhimat mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan upaya pengendalian inflasi daerah setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, naiknya harga BBM ini akan berdampak pada tingkat inflasi daerah.

Oleh karena itu, agar inflasi Kabupaten Subang tidak terus melonjak tinggi. Pihaknya berupaya dengan mengajak semua elemen masyarakat dan pemangku kebijakan untuk mengantisipasinya.

Salah satu upaya mudahnya, yakni dengan memanfaatkan lahan kosong agar bisa ditanami tanaman pangan. Sehingga beban biaya kebutuhan pokok bisa semakin ditekan.

"Sudah waktunya kita menanam apa yang kita butuhkan sehari-hari, seperti menanam cabai dan lain-lain," ujarnya pada Sabtu (17/9/2022).

Ruhimat menerangkan, pihaknya menggelar sejumlah rapat dengan Forkopimda agar upaya-upaya menekan laju inflasi daerah bisa segera terlaksana. Pengendalian ini dinilai sangat perlu agar tidak mengguncang sektor ekonomi Kabupaten Subang.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Forkopimda yang telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik selama ini.

Melansir dari Antara, dia menyarankan kepada seluruh stakeholder untuk membiasakan hidup hemat energi dan menjalankan gerakan tanam pangan cepat panen. 

Hal itu menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi secara sederhana. ***

Baca Juga: Mayat Kakek Berusia 70 Tahun Tewas Dalam Sumur Area Pemakaman di Subang, Polisi Duga Terpeleset

Load More