PURWASUKA- Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat asal Fraksi PAN, Herry Dermawan meminta Pusat Distribusi Provinsi atau PDP dimaksimalkan untuk menjaga ketahanan pangan di Jabar.
Sejauh ini pihaknya belum melihat Pusat Distribusi Provinsi dimaksimalkan atau dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
“Jawa Barat itu sudah punya Pusat Distribusi Provinsi dan belum dimaksimalkan, padahal Perda-nya sudah ada. Saya mendorong Pemprov Jabar untuk memaksimalkan Pusat Distribusi Provinsi,” kata Herry Dermawan, Bandung, Senin, 24 Oktober 2022.
Pusat Distribusi Provinsi dimaksimalkan kata Herry Dermawan, dengan membeli hasil produksi para petani, peternak dan sebaginya. Khususnya disaat harga dipasaran jatuh. Hal ini untuk menjaga para petani tidak merugi.
“Misalkan, harga kentang jatuh. Maka dibeli oleh pemerintah denga harga acuan pemerintah. Petani kentang jati tidak rugi karena hasil produksinya dibeli pemerintah, dan pemerintah pun bisa menyimpannya serta menjualnya saat harganya kembali bagus,” kata dia.
“Sama halnya dengan petani cabai dan komoditas lainnya, saat harga jatuh. Ya dibelilah oleh pemerintah,” sambung dia.
Jadi petani tidak rugi, PDP bisa dimanfaatkan maksimal, dan harga bahan pokok bisa dikendalikan termasuk mencegah kelangkaan stok. ***
Berita Terkait
-
Herry Dermawan: Dibandingkan Provinsi Lainnya, Pariwisata di Jawa Barat Paling Tertinggal
-
Anggota DPRD Jawa Barat, Herry Dermawan Berharap Obat Sirup Picu Gagal Ginjal Akut Segera Ditarik
-
Mulai SMA Penabur Bandung hingga SMAS IT As-Syifa Subang, Inilah Deretan Sekolah Terbaik di Jawa Barat
-
Begini Reaksi Ridwan Kamil Soal Viralnya Video Kucing Mati di Sesko TNI Bandung
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
FH UI Trending: Puluhan Juta Netizen Kawal Kasus, Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual Dikecam
-
5 HP Murah RAM Jumbo Minimal 12 GB, Multitasking Lancar dan Libas Game Berat!
-
7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?
-
Daftar Harga Mobil KIA Terbaru April 2026: Dari City Car hingga Mobil Listrik Mewah!
-
Sok-sokan Edukasi Bahaya Martabak, Steven Wongso Ternyata Punya Gaya Hidup Berbahaya
-
Problematika Finansial Generasi Muda dalam Kami Bukan Jongos Berdasi
-
Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus
-
Pantau Servis dan Konsumsi BBM Motor Yamaha Serkarang Bisa Lewat Aplikasi
-
Bukan Cuma Tamara Bleszynski, Mertua Teuku Rassya Juga Tak Ada di Pelaminan