/
Selasa, 17 Januari 2023 | 14:01 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi. (Dok. Duit Pintar)

PURWASUKA - Ada empat strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang mengantisipasi ancaman resesi global yang diprediksi terjadi tahun 2023 ini.

Hal ini dikatakan Kepala Bagian Ekonomi Setda Karawang, Sari. Dia mengatakan, strategi pertama yakni dengan menekan alokasi biaya tak terduga (BTT) guna mengantisipasi terjadinya inflasi.

“Tahun 2022 kemarin BTT ini disiapkan pemda sebesar sekitar Rp 6,7 miliar. Untuk warga terdampak kenaikan BBM (bahan bakar minyak), profesi nelayan, petani, ojek, dan UMKM,” ucapnya.

Kemudian strategi kedua yakni dengan menyiapkan sejumlah program operasi pasar murah. Salah satu tujuannya untuk menekan angka kebutuhan pokok yang terus meningkat.

“Program itu terus-terusan digelar dan diinsentifkan Oktober, November, Desember. Pangan dan operasi pasar murah,” katanya.

Lanjutnya, yang ketiga dengan mendorong para petani menanam tanaman yang bisa cepat dipanen. Bahkan, dorongan ini diperkuat dengan Surat Edaran Bupati sesuai arahan Menteri Dalam Negeri dan Presiden.

“Strategi ke empat adalah mengeliatkan para pelaku UMKM. Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran Rp 2,7 miliar untuk memberikan bantuan berupa alat dan juga produk UMKM difasilitasi untuk di jual di minimarket modern hingga hotel,” terang Sari.

UMKM, menurutnya dapat menjadi penggerak utama roda perekonomian yang relatif tangguh sebagaimana yang telah terbukti Pada saat Indonesia dilanda oleh pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan Kabupaten Karawang tidak terlalu bergejolak dalam inflasi. Semua instansi hampir terlibat,” jelasnya mengutip dari Tvberita.co.id.

Baca Juga: Ashanty Akui Pernah Ribut dengan Anang Hermansyah hingga Ada Adegan Banting Pintu

Sari menambahkan, angka inflasi di Karawang masih relatif normal. Sepanjang 2022 rata-rata angka inflasi masih dibawah 2 persen, bahkan didominasi dibawah 1 persen.

Rinciannya, Januari 2022 Karawang mengalami inflasi 0,39 persen, Februari 0,31 persen, Maret 0,38 persen, April 0,96 persen, Mei 0,29 persen, Juni 0,49 persen, Juli 0,62, Agustus 0,72.

Lalu, September 1,38 persen, Oktober 0,5 persen, November 0,10 persen.

“Untuk data Desember belum bisa kita sampaikan. Karena data inflasi kita kan mengikuti Kota Bekasi, dari sanannya belum laporan,” ungkap dia.

“Kenaikan inflasi juga terjadi ketika momen tertentu seperti hari raya besar, yakni Lebaran dan Natal Tahun Baru,” pungkasnya.

Load More