PURWASUKA - Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh tiba-tiba marah saat melihat alat berat jenis eksavator PC 200 melintasi Jalan Interchange Karawang Barat pada Rabu (25/1/2023) malam.
Kemarahan orang nomor dua di Kabupaten Karawang itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, alat berat itu melintasi jalan tanpa menggunakan mobil gendong atau mobil pengangkut alat berat.
Penanggung jawab proyek di Jalan Raya Interchange Karawang Barat itu tak luput dari kemarahan Wabup Karawang. Aep mengatakan, bahwa alat berat itu bisa merusak badan jalan.
"Memindahkan alat berat PC 200 harus pakai mobil gendong. Kalau dilakukan manual, melintasi jalan, maka bisa merusak jalan raya,” katanya.
Kejadian itu diketahui wabup saat dirinya melintas selepas menghadiri sebuah kegiatan menuju wilayah Karawang Kota. Namun saat melihat sebuah alat berat PC 200 berjalan di jalan raya, ia langsung berhenti.
Selanjutnya, wabup menghentikan sopir eksavator tersebut, mempertanyakan dampak buruk yang telah dilakukan si sopir eksavator.
Aep sempat marah kepada sopir alat berat eksavator tersebut. Sebab tindakannya itu membahayakan pengendara lain dan bisa merusak jalan raya.
"Aneh-aneh saja, ya nggak bisa lah (eksavator PC 200 melintas di jalan raya). Kamu seenaknya saja,” kata Aep kepada sopir alat berat.
Dia mengatakan, selama ini Pemkab Karawang tengah fokus melakukan penataan dan perbaikan jalan. Namun ini dirusak dengan cara menggunakan eksavator melintasi jalan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Jhon LBF Bagi-bagi Give Away Rp 100 Juta Lewat Pertanyaan, Benarkah?
Atas hal itulah, wabup langsung menghentikan sopir eksavator tersebut.
Pada kesempatan itu, Aep juga menyoroti proyek yang dikerjakan si sopir dan kawan-kawannya di lokasi yang sama, lantaran tidak dilengkapi dengan fasilitas penunjang keselamatan kerja yang layak dan juga tidak diberi penerangan.
"Kondisi sangat membahayakan pengguna jalan," ucapnya melansir dari Antara.
Aep saat itu juga langsung menelpon Satpol PP dan meminta untuk langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penertiban lokasi proyek yang diduga milik salah satu BUMN itu agar tidak terlanjur menimbulkan korban jiwa.
“Termasuk aspek K3 nya tidak ada. Tidak ada pembatas proyek, lalu tidak ada lampu penerangan. Bisa sangat membahayakan pengguna jalan," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Mengenal Staf Kepelatihan John Herdman: Dari Eks Asisten Kluivert hingga Talenta Lokal
-
Lompat di Tengah Suapan Nasi: Kisah Haru ASN Bogor Gugur Selamatkan Bocah di Pantai Padabumi
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Bukan Hoaks! Inilah Sosok 'Monster Laut' Tertangkap Kamera di Makassar
-
Drakor Memasak Final Table Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang Paruh Kedua
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila