PURWASUKA - Puluhan emak-emak yang merupakan para korban mendatangi kantor polisi Polres Purwakarta, mereka melaporkan telah menjadi korban arisan dan investasi bodong.
Parahnya investasi dan arisan yang dilakukan oleh NR telah berlangsung lama dan korban lebih dari 100 orang, total kerugian para korban kurang lebih mencapai Rp. 7 Miliar
May salah satu korban menjelaskan, awal mula dirinya terjun di dalam investasi ini karena ditawarkan oleh pelaku baik secara langsung bertemu maupun penawaran melalui sosial medianya.
Menurutnya, NR diduga pelaku ini merupakan seorang wanita yang sebelumnya mengaku memiliki usaha baik buah-buahan, sapi hingga toko.
"Investasi itu kita kan kerjasama modal, inves nya itu ada yang tiga bulan enam bulan ada yang satu tahun, perjanjian awal kita ikut investasi kita dapat provit 20 persen dari modal yang kita kasihm awlanya tiga bulan lancar, saya ikut lagi tapi baru satu kali dapat provit sekarang udah dari bulan April enggak ada kabar," ujar May di Mapolres Purwakarta, belum lama ini.
May mengaku Ia bersama 75 orang tergabung di dalam satu grup WhatsApps dengan nama grup Donatur NR, didalamnya merupakan para investor yang ikut berinvestasi kepada pelaku NR.
"Setiap orang berbeda jumlah nominal uang yang diinvestasikan, namun jika di total dalam satu grup saja jumlahnya bisa mencapai milliaran. Dia punya tiga grup investasi, satu invest harian, kedua donatur dan ke tiga investasi spesial. Inves spesial itu yang besar-besar ratusan juta. Kalo aku inves 45 juta," Ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan, Febrina korban lain yang juga ikut akan membuat laporan dugaan investasi bodong, ia sudah tidak menerima keuntungan sejak April, dirinya sudah mencoba menghubungi diduga pelaku namun selalu memberikan janji palsu.
"Kalo saya dari Purwakarta ada juga dari Bekasi Karawang (korban). Kalo saya emang reseller dia, pernah belanja buah-buahan, saya liat nomornya di Facebook. Liat di Status WA dia buka untuk investasi saya ikutan," Sebut Febrina.
Baca Juga: Laga Inter vs Milan Dipimpin Wasit Prancis, Rossoneri Diuntungkan?
Korban memperlihatkan surat berupa berjanjian antara pelaku dan korban, ada juga yang berupa kwitansi penerimaan dan bukti transfer. Di dalam surat itu tertulis beberapa pasal keuntungan dan aturan yang dilakukan pelaku kepada korban.
Laporan para korban diterima oleh polisi di SPKT Polres Purwakarta dengan Nomor LP/B/299/V/2023/SPKT/Polres Purwakarta/ Polda Jawa Barat, namun ditemui temui di ruangannya, Kasat Reskrim Polres Purwakarta Iptu Teguh belum berkenan memberikan keterangan terkait laporan investasi ini.
Terpisah, Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan kini sedang proses penyelidikan Satreskrim Polres Purwakarta.
"Kita menerima laporannya, selanjutnya kita akan melakukan penyelidikan. Ada beberapa orang masih kita terima laporannya, apakah dia sebagai saksi atau korban, apakah hanya mengantarkan, kita terima dulu," Singkat Edwar, sapaan akrab Kapolres Purwakarta itu, saat ditemui di Mapolres Purwakarta, pada Selasa, 16 Mei 2023.
Terkait jumlah kerugian korban, kata Edwar, pihaknya masih menginventarisasi.
"Belum bisa menyebutkan dulu, masih penyelidikan. Soalnya kita masih dalami laporan yang ada dulu," Ungkap Edwar.***
Berita Terkait
-
Keberadaan Terduga Pelaku Investasi Bodong yang Rugikan Rp2 Miliar Masih Misteri, Korban Tuntut Ini ke Keluarga
-
Merugi Rp2 Miliar, 20 Korban Investasi Bodong di Bekasi Geruduk Rumah Terduga Pelaku, Ketua RT Beberkan Fakta Lain
-
Terungkap! Ini Identitas Mayat yang Ditemukan Warga Mengambang di Rawamekar Purwakarta
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Harga Mirip, Mending Redmi Note 14 5G atau Realme 15T 5G?
-
Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Gagal Total! Niat Rujuk dan Poligami Insanul Fahmi Ditolak Mentah-Mentah oleh Wardatina Mawa
-
Noel Bongkar Teka-teki Parpol Tiga Huruf Berinisial 'K' di Kasus Korupsi K3 Kemenaker
-
Purbaya Sebut Rating Moody's Offside, Klaim Ekonomi RI Akan Ekspansif hingga 2031
-
IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp 10,7 Triliun Sepanjang 2025
-
Panduan Lengkap Bayar Fidyah Lansia: Takaran dan Ketentuannya
-
Kelakar Prabowo Jawab Tuduhan Otoriter: Jangan-jangan Rakyat Ingin Itu Sedikit untuk Lawan Koruptor
-
Jelang Ramadan, Pemulihan Listrik di Aceh Berjalan Optimal