PURWASUKA - Sejumlah dokter dari salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Purwakarta mendatangi DPRD setempat pada Rabu, 21 Juni 2023.
Kedatangan mereka yakni untuk mengadukan terkait hasil kerja tindakan medis mengoperasi pasien ditempatnya bekerja yang belum dibayarkan dari Januari hingga Maret 2023 oleh pihak BPJB Kesehatan.
“Pada bulan Januari saya melakukan tindakan operasi sebanyak 28 kali, hanya 5 yang dibayar. Kemudian pada Pebruari 39 kali melakukan operasi hanya dibayar 5 dan pada bulan Maret 2023 saya melakukan tindakan operasi kepada pasien yang datang ke RS tempat saya bekerja sebanyak 20 kali yang dibayarkan cuma 3,” ucap salah satu dokter tersebut kepada anggota Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Purwakarta dengan pihak BPJS Kesehatan pada Rabu, 21 Juni 2023.
Salah satu dokter itu pun juga mengatakan, pihaknya pernah menanyakan langsung kepada pihak BPJS Kesehatan terkait hal ini. Namun menurut BPJS Kesehatan masih ada administrasi yang harus dilengkapi.
“Saya pernah tanyakan kenapa hasil kerja saya belum dibayar semua kepada manajemen Rumah Sakit (RS) tempat saya bekerja. Jawaban dari pihak manajemen RS, klaim yang disampaikan ke BPJS Kesehatan masih belum lengkap administrasinya dalam hal tulisan rekaman medis dokter tidak bisa dibaca oleh pihak BPJS Kesehatan,” katanya.
Pada pertemuan tersebut, sempat terjadi adu argumen antara dokter dengan perwakilan BPJS Kesehatan.
“Kalau kami (BPJS Kesehatan) mengacu pada regulasi yang kami pegang. Ketika secara administrasi pihak manajemen Rumah Sakit mengajukan klaim dan syarat-syaratnya tidak sesuai regulasi maka kami belum bisa membayarkan klaim itu,” ucap perwakilan BPJS Kesehatan.
Tensi kedua belah yang cukup tinggi membuat Said Ali Azmi meminta masing-masing perwakilan mencari solusi dengan komunikasi yang terbuka satu sama lain agar tidak berdampak merugikan pasien akibat kekecewaan dokter tidak mau menangani pasien BPJS Kesehatan karena hasil kerjannya yang belum dibayarkan pihak BPJS Kesehatan.
“Baiklah, saya harap pihak RS dan BPJS segera bisa menyelesaikan apa yang menjadi keluhan dari pak dokter ini ya. Saya juga meminta kepada dokter-dokter di seluruh Rumah Sakit yang ada di Purwakarta agar tidak pilih kasih terhadap pasien BPJS Kesehatan dengan pasien non BPJS. Pasien BPJS Kesehatan itu sama bayar juga dengan pasien yang tidak pakai BPJS Kesehatan. Jadi jangan dibedakan pelayanannya. Ini menyangkut nyawa manusia, bukan cuma untung rugi,” ucap Azmi.
Baca Juga: Respon Gerindra Usai Prabowo dan Erick Thohir Mesra di GBK, Anggap Capres-Cawapres Ideal?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK