PURWASUKA - Nama Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun saat ini tengah jadi sorotan publik. Pasalnya, pesantres tersebut dituding melakukan penistaan agama hingga beberapa kali didemo oleh warga.
Meski begitu, hingga 27 Juni 2023 lalu, Ponpes Al Zaytun masih terlihat aktif menerima peserta didik baru lewat laman resmi al-zaytun.sch.id.
Dibalik itu, apa kalian tahu biaya Sekolah di Al Zaytun? Simak:
1. Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (SD)
Dilansir dari al-zaytun.sch.id., Santri yang ingin memasuki jenjang Madrasah Ibtidaiyah diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 1 juta. Kemudian para santri diminta melengkapi berkas yang diperlukan seperti akte kelahiran, Kartu Keluarga (KK), ijazah dan lain-lain.
Biaya pendidikan yang harus dibayar tiap bulan sebesar Rp650 ribu atau Rp 3,9 juta setiap semester (6 bulan sekali). Ada juga biaya lain-lain seperti listrik Rp 25 ribu, perawatan asrama Rp 250 ribu, perlengkapan kamar Rp 400 ribu, biaya seragam Rp 550 ribu sampai Rp 625 ribu serta lain-lain.
Secara total, santri yang melakukan pendaftaran diminta membayar Rp 7.555.000 (belum termasuk biaya pendaftaran dan biaya semester dua). Jumlah tersebut akan bertambah seiring meningkatnya kelas santri itu.
2. Jenjang Madrasah Tsanawiyah (SMP)
Sementara itu untuk jenjang setingkat SMP, ponpes Al Zaytun mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 1,5 juta. Namun bagi jenjang MTs, santri diminta membayar sekaligus 6 tahun pembelajaran menggunakan kurs US Dollar sebesar 3.500 USD atau sekitar Rp 52,6 juta.
Baca Juga: Duduk Perkara Gibran vs Panda Nababan, Ketika Putra Presiden Dibilang Anak Ingusan
Pihak ponpes menyediakan pilihan untuk mencicil biaya tersebut dalam dua kali pembiayaan sebesar USD 2.275 atau sekitar Rp 41,3 juta sekali bayar. Bila dibayar setiap tahun, maka ongkos pembelajaran berjumlah Rp 11,3 juta dan jika dibayar bulanan sebesar Rp 947.917 sekali bayar. Seluruh nominal itu masih ditambah ongkos lain-lain meliputi biaya listrik, asrama dll, berjumlah Rp 4.229.000.***
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan
-
Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam
-
IESR: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Transisi Energi
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Diancam dengan Sumpah Al-Qur'an, 24 Anak jadi korban Pencabulan Guru Ngaji di Cilacap
-
Tekan Kematian Ibu Melahirkan di Daerah, Prabowo Siapkan Ambulans Terbang Bisa Parkir Pinggir Sungai
-
3 Kemenangan Prabowo Jika Masyarakat Gunakan Motor Listrik
-
Ceria Anak Panti Sambut Kedatangan Jajaran Imigrasi Sumut