Di antara hal yang harus diperhatikan adalah kewajiban kita memiliki guru yang jelas sanad atau silsilah keilmuannya sekaligus mengikuti petunjuk-petunjuknya. Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa menggantikan posisi guru.
Tidak ada teknologi yang dapat menggantikan peran seorang guru dalam aspek afektif dan keberkahan dalam pembelajaran ilmu, khususnya ilmu agama. Hubungan antara guru dan murid adalah salah satu yang sangat penting dalam mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang agama.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 7 disebutkan:
Artinya: “Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini mengingatkan bahwa jika kita memiliki berbagai permasalahan terkait dengan ilmu agama khususnya, maka kita tidak boleh serta merta bertanya kepada setiap orang. Kita harus bertanya kepada seorang yang berilmu dan benar-benar memiliki kemampuan di bidangnya.
Bukan hanya bertanya kepada google ataupun teknologi kecerdasan buatan yang sering disebut dengan AI (Artificial Intelligence). Sekali lagi, kita harus bertanya kepada guru, agar kita bisa diberi arahan tentang mana yang benar dan mana yang salah. Jangan sampai kita men’dewa’kan dan mengikuti jawaban di internet yang membuat kita menyesal nantinya.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 36:
Artinya: “Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Dari penjelasan ini maka kita bisa pahami bahwa peran guru sangat penting dan menjadi sentral dalam belajar ilmu agama. Di antara etika dalam belajar ilmu agama adalah memiliki guru yang jelas yang mampu memberi petunjuk.
Baca Juga: Kok Bisa dengan Jabatan Kanit Binmas Bripka Nuril dan Luluk Bisa Hidup Mewah
Ini pula yang disebutkan dalam Dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim karya Imam al-Zarnûji yang menyebutkan bahwa petunjuk guru menjadi syarat dalam mencari ilmu. Hal ini terangkum dalam dua bait syair dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah yakni:
Dalam bait syair ini disebutkan bahwa syarat seseorang mencari ilmu adalah (1) memiliki kecerdasan, (2) bersungguh-sungguh, (3) bersabar, (4) siap mengeluarkan biaya, (5) mengikuti petunjuk guru, dan (6) harus menempuh waktu yang lama.
Oleh karenanya, mari kita bijak dalam memanfaatkan teknologi dalam belajar atau menuntut ilmu khususnya ilmu agama. Jika kita hanya mengandalkan belajar ilmu melalui internet, maka kita bisa salah guru yang mengakibatkan apa yang kita ketahui tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Terlebih belajar kepada orang yang tidak jelas silsilah keilmuannya di internet atau belajar agama secara otodidak. Sebagian ulama salaf mengatakan:
Artinya: “Jangan kalian belajar Al-Qur’an kepada orang-orang yang belajar Al-Qur’an secara otodidak dan janganlah kalian mengambil ilmu agama dari orang-orang yang tidak memiliki guru dan hanya belajar secara otodidak.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Demikian khutbah kali ini, semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan kita bisa benar-benar belajar ilmu agama dengan etika yang sesuai aturan di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Semoga kita senantiasa ditunjukkan oleh Allah yang benar itu benar dan diberi kemampuan untuk dapat mengikutinya serta ditunjukkan yang salah-itu salah dan diberi kemampuan untuk menghindarinya.
Sebuah kalimat bijak mengatakan: Jika dulu orang yang sukses adalah mereka yang memiliki banyak informasi, namun di era saat ini, orang yang sukses adalah mereka yang bisa menyaring informasi.***
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Kebakaran Bromo Masih Meluas, Lalai Bukan Alasan Lolos dari Jerat Hukum
-
Sudah Baikin dengan FC Twente, Mees Hilgers Telan Pil Pahit Ditempatkan di Skuat Buangan
-
Pidato Prabowo: 10.000 Koperasi Merah Putih Kuasai Rantai Pasok Mandiri
-
4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
-
Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif
-
Kumuh Jadi Estetik: Transformasi Bantaran Sungai Kampung Mrican
-
Kulit Orang Indonesia Rentan Hiperpigmentasi, Ini Pentingnya Perawatan Wajah yang Lebih Personal
-
Golf Makin Ramai Diminati, Makin Banyak Anak Muda Mulai Jatuh Hati
-
Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG