PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA - AKBP Brotoseno diketahui beberapa waktu lalu terjerat kasus korupsi cetak sawah di Kalimantan Barat. Meskipun begitu, ia tidak dipecat oleh POLRI, namun hanya pemindahan tugas yang bersifat demosi.
Koordinator Siaga 98, Hasanuddin menerangkan, putusan sidang Kode Etik Profesi Polri yang digelar Oktober 2020, AKBP Brotoseno hanya diberikan sanksi berupa pemindahan tugas yang bersifat demosi dan diminta untuk meminta maaf kepada pimpinan Korps Bhayangkara sudah final.
"Putusan ini (kepada AKBP Brotoseno) tentu sifatnya institusional, bukan interpersonal. Karena sifatnya institusional, maka Pernyataan Kompolnas bahwa putusan tersebut bukan di era Kapolri Jenderal Sigit tidaklah tepat," ujarnya dalam siaran tertulisnya.
Menurutnya, Siapapun Kapolrinya, akan terikat pada keputusan tersebut. Jadi, lanjutnya, pendapat tersebut lebih bertendensi melindungi personal kapolri, dibandingkan melihat keputusan institusi yang final dan mengikat.
"Jalan keluar menyelesaikan polemik ini adalah AKBP Brotoseno dengan legowo demi nama baik institusi POLRI adalah mengundurkan diri," tegas Hasanuddin. (AKF)
Berita Terkait
-
9 Potret Kemesraan Tata Janeeta dan Brotoseno, Buka Rahasia Hadapi Ujian di Ulang Tahun Pernikahan ke-2
-
Tata Janeeta Singgung Pasangan Tebar Pesona, Benarkah Sindir Suami yang Baru Dipecat Polri?
-
Dipecat Tak Terhormat, Kisah Cinta Brotoseno dengan 2 Artis ini Kembali Disorot
-
Curhat Pilu Tata Janeeta soal Brotoseno Dipecat Polri: I love You Till Jannah
-
10 Potret Tata Janeeta dan Brotoseno, Tetap Dukung Suami Setelah Resmi Dipecat dari Polri
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Sinopsis Gohan, Film Persahabatan Anjing dan Manusia yang Siap Bikin Nangis
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik