PURWOKERTO.SUARA.COM, Nama Sayyid Ahmad Assegaf tak sepopuler habaib lain di Indonesia. Misal Habib Rizieq Sihab Ketua FPI, Habib Bahar bin Smith, atau habib-habib lain yang populer di televisi karena ceramahnya. Namun di tubuh TNI, Mayor Infanteri Ahmad bin Muhammad bin Hamid Assegaf cukup disegani. Ia salah satu prajurit TNI terbaik yang pernah bertugas di perbatasan papua Nugini.
Meski jauh dari tanah kelahiran Nabi, Arab Saudi, Umat Islam Indonesia beruntung bisa hidup berdampingan dengan banyak keturunan (dzurriyat) Nabi Muhammad SAW yang tinggal di tanah air. Mereka dikenal dengan sebutan sayyid atau habib. Mereka yang sering tampil di media massa ternyata barulah sedikit di antara banyak habib atau sayyid yang mendiami bumi pertiwi.
Selama ini publik hanya mengenal habib sebagai seorang pendakwah atau penceramah. Tiap mereka memiliki gaya ceramahnya yang khas dalam mendakwahkan agama.
Tapi siapa sangka, banyak dzurriyah Rasul yang mengambil jalan berbeda dalam hidupnya. Mereka memiliki berbagai latarbelakang profesi yang berbeda satu sama lain.
Selain pendakwah, banyak habib atau sayyid yang berprofesi sebagai wiraswasta, anggota TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan matapencaharian lainnya. Banyak di antara mereka yang tidak dikenal publik.
Di antara yang menyita perhatian publik belakangan ini adalah Mayor Infanteri Ahmad bin Muhammad bin Hamid Assegaf. Dia adalah Wakil Komandan Batalyon Infanteri 753 (Wadanyon) 753/Arga Vira Tama atau Yonif 756/AVT.
Secara fisik, publik akan mudah menebak pria itu berparas timur tengah. Mengenakan baju militer, Ahmad tampak begitu gagah. Tapi ia bukan tentara Timur Tengah, melainkan prajurit TNI yang bertugas membela bumi pertiwi.
Badannya tegap. Posturnya tinggi kekar. Parasnya jangan tanya, jelas ganteng di atas rata-rata. Tapi yang membuatnya lebih istimewa, Ahmad adalah salah satu keturunan Nabi SAW atau biasa dipanggil habib oleh umat Islam Indonesia.
Ahmad lahir di Jeddah, Arab Saudi. Ia adalah seorang insinyur dari Kabupaten Pekalongan yang pernah mendapatkan beasiswa di Riyadh Arab Saudi.
Baca Juga: Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini
Ahmad sempat menghabiskan masa kecilnya di Arab Saudi, tempat orang tuanya mengais rizki. Dari Arab, ia dan keluarganya sempat menetap di Singapura hingga menetap di Jakarta pada umur 7 tahun.
“Saya (waktu kecil) tidak bisa bahasa Indonesia, karena abah (ayah) dan umi (ibu) selalu berbahasa Arab,”katanya dikutip dari channel youtube Dakwah Islam
Ahmad kecil sempat mengenyam pendiidkan di SD Annuriyah Cipinang, Jakarta Timur. Di situ ia perlahan belajar Bahasa Indonesia. Ahmad sejatinya tidak memiliki latar belakang keluarga militer.
Wujudkan Mimpi Ayah
Hanya ayahnya sempat berambisi menjadi anggota TNI hingga pernah mendaftarkan diri. Sayang, karena suatu hal, orang tuanya harus mengubur impian menjadi tentara RI.
Tapi kecintaannya terhadap korps ini tak pernah pudar. Syukur ia dikaruniai anak laki-laki. Ahmad namanya. Ahmad tumbuh menjadi seorang pemuda gagah dengan tubuh tegap. Secara fisik, ia sangat cocok menjadi tentara pembela tanah air.
Berita Terkait
-
Kesaksian Penghuni Kuburan Cina Solo, Bantah Beli Tanah Pemkot, Hanya Ganti Rugi Tanaman
-
4 Wakil Indonesia Lolos Final Singapore Open 2022, All Indonesia Final Milik Ganda Putra, Ini Jadwal Lengkapnya
-
5 Kuliner Khas Kota Situbondo, Nomor 5 Terdengar Aneh
-
Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Balik Rutinitas, Alfamart Hadirkan Promo Kebutuhan Dapur Hemat hingga Akhir Maret 2026
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Senin Kamis dan Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?
-
Beckham Putra Tidak Takut Bersaing dengan Nama-nama Beken Langganan Timnas Indonesia
-
Mudik Ceria Saloka 2026: Spektakuler Baru Klinthing Show & Kuliner Legendaris Sambut Lebaran!
-
One Way Arus Balik Lebaran Jalur Pantura sampai Tanggal Berapa?
-
Perlahan Pulih dari Bencana, Lebaran Dimeriahkan Balap Robin di Subulussalam Aceh
-
Dahulu Direndahkan, Calvin Verdonk di Ligue 1 Kini Dipuji Habis-habisan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
Sinopsis They Will Kill You: Terjebak Ritual Sekte di Gedung Pencakar Langit
-
Menakar Posisi Tawar Iran: Benarkah Makin Kuat Usai Digempur AS dan Israel?