/
Rabu, 20 Juli 2022 | 21:28 WIB
Suasana pencarian bangkai pesawat latih tempur TNI AU T-50i Golden Eagle TT-5009 di Blora, Jawa Tengah, beberapa hari lalu. (Suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Peristiwa jatuhnya pesawat latih tempur TNI AU T-50i Golden Eagle TT-5009 di Blora, Jawa Tengah, Senin 18 Juli 2022 menghebohkan jagat penerbangan Tanah Air. TNI AU mengklarifikasi peristiwa jatuhnya pesawat latih tempur T-50i di Lokasi Desa Nginggil, Kradenan, Kabupaten Blora.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma TNI Indan Gilang Buldyansyah mengatakan dalam sesi latihan terbang malam tersebut, ada dua pesawat yang melakukan latihan dan terbang bersama.

Dua pesawat tersebut terhitung pesawat T-50i Golden Eagle Tt-5009 yang dipiloti oleh Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi. Pesawat T-50i Golden Eagle Tt-5009 tersebut terbang bersama dengan posisi di belakang pesawat pertama. Kedua pesawat tersebut berangkat Lanud Iswahyudi Magetan, Jawa Timur terhadap pukul 18.24 Wib.

Sekira 30 menit sesudah itu, atau pukul 19.07 WIB, kata Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, Lettu Allan sebagai pilot T-50i golden Eagle Tt-5009 mengabarkan ia mampu lihat pesawat di depannya.

"Pukul 19.07 WIB Lettu Alan membrodcast yang diucapkan adalah blind," kata Indan, ditemui di Lanud Iswahjudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Selasa (19/7/2022), dikutip dari tribunjatim.

Menurut Indan, ketika seorang pilot mengatakan blind, maka yang bersangkutan tak mampu menyaksikan pesawat leadernya atau pesawat yang tersedia di depannya. Di dalam posisi itu biasanya pesawat pertama akan turunkan ketinggian sedangkan pesawat kedua akan meningkatkan ketinggian.

"Gara-gara posisinya akan mendarat pas lost contact itu biasanya berada di posisi 4 ribu - 6 ribu (Kaki)," lanjutnya. Kontak terhadap pukul 19.07 WIB rupanya jadi kontak paling akhir Lettu Pnb Allan bersama Lanud Iswahyudi.

Sesudah kontak paling akhir tersebut, Lettu Pnb Allan bukan dapat dikontak ulang oleh petugas Lanud Iswahyudi. "Tersebut kontak paling akhir lantas sejak lost contact dicoba kontak petugas lalu lintas udara bukan tersambung," beber Indan.

Tentang penyebab pastinya jatuhnya pesawat t-50i golden Eagle Tt-5009, Marsma Indan membuktikan masih dikerjakan penyelidikan oleh Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) yang sudah dibentuk oleh TNI AU.

Baca Juga: Viral ABG Citayam Tidur di Trotoar Dukuh Atas Usai Citayam Fashion Week

"Telah dilakukan pengungsian dan juga pengamanan di lokasi kejadian oleh team gabungan berasal dari Lanud Iswahjudi berjumlah 99 orang yang dipimpin segera Danlanud Iswahjudi," jelasnya, sebagaimana di informasikan tribunjatim. 

Load More