/
Sabtu, 23 Juli 2022 | 20:34 WIB
jenderal TNI Andika Perkasa (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa merespon  permintaan keluarga agar TNI ikut dalam tim independen autopsi ulang Brigadir J alias Nopryansyah Yosua Hutabarat. 

Andika pun mengaku siap membantu proses otopsi ulang tersebut.

Andika mengaku siap membantu karena TNI memiliki rumah sakit yang memadai serta dokter yang mumpuni. 

Ia juga memastikan akan mengirim dokter senior dalam proses otopsi independen itu. Dengan kapasitas dan jam terbang tinggi, dokter senior diharapkan bisa memberikan sumbangsih keilmuannya untuk hasil yang maksimal. 

Andika juga akan mengawasi langsung proses otopsi independen itu agar objektivitas selalu terjaga. 

"Dan yang lebih penting terkendali. Tidak ada intervensi sedikitpun, sehingga bisa memberikan opini yang objektif, " katanya

Tim Otopsi Independen Disetujui Polri

Dikutip dari suara.com, Polri menyetujui permohonan keluarga Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat yang meminta  ekshumasi atau otopsi ulang. Ekshumasi tersebut rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto selaku bagian dari tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Benny, permohonan ini disetujui untuk menjawab keraguan pihak keluarga Brigadir J. 

Baca Juga: Asisten Ungkap Permintaan Nikita Mirzani Saat Diperiksa Polisi

Untuk pelaksanaannya, kata Benny, ekshumasi akan dilakukan oleh tim kedokteran forensik independen. 

"Tidak hanya dari Pusdokes Polri tapi juga dari independen. Ini lah bentuk transparansi yang dilakukan," ujarnya.

Minta Libatkan Kedokteran TNI

Keluarga Brigadir J sebelumnya meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyetujui permohonan otopsi ulang. Tapi otopsi ulang ini diminta bukan hanya dilakukan oleh kedokteran forensik Polri.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta Kapolri membentuk tim khusus yang melibatkan kedokteran dari RSPAD, RS AL, RS AU, RSCM, dan rumah sakit swasta.

Kamaruddin menyebut permohonan ini disampaikan lantaran pihak keluarga meragukan hasil otopsi awal terhadap Brigadir J yang dilakukan oleh kedokteran forensik Polri.

"Kenapa kami menolak otopsi yang lalu, karena otopsi yang lalu dikatakan matinya itu karena tembak menembak dan dari RS Polri tidak ada yang protes," katanya.

Load More