/
Minggu, 31 Juli 2022 | 13:09 WIB
Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Kcic.co.id)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diperkirakan akan mengalami pembengkakan biaya (cost over run). 

Review Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut sebesar US$1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun. 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Alia Karenina menerangkan, PT. KCIC meminta Indonesia mengambil bagian untuk membayar pembengkakan biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

"Permintaan ini tidak serta merta langsung disetujui pemerintah dan masih akan dilakukan pembahasan untuk memastikan jika memang pemerintah turut menanggung beban cost over run (pembengkakan biaya), maka itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (31/7/2022).

Diketahui, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Ini merupakan proyek investasi antara konsorsium Indonesia dan China melalui PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), serta didanai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB)," pungkas Alia. (Arif KF)

Load More