PURWOKERTO.SUARA.COM - Beberapa bulan manjadi penulis di redaksi purwokerto.suara.com membuat banyak pertanyaan bermunculan dari berbagai kolega setiap saya mengunggah hasil dari buah tulisan saya.
Pertanyaan yang sering muncul ialah anggapan bahwa Purwokerto merupakan wilayah sendiri yang terlepas dari Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.
Ada juga yang berasumsi bahwa Purwokerto merupakan wilayah yang ada di Jawa Barat. Padahal dari jenis hurufnya saja sudah beda. Purwakarta di Jawa Barat Purwokerto di Jawa Tengah.
Lalu apa hubungan Purwokerto dengan Banyumas. Bagi pembaca yang budiman ada empat hal yang harus dipahami terkait dua nama daerah ini. Berikut penjelasannya.
Pertama, dari sisi Historis, nama Purwokerto sebenarnya merupakan ibu Kota Kabupaten Banyumas. Ini sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Pun jika ditelusuri kembali pada awalnya nama Banyumas lebih terkenal dibanding Purwokerto.
Mengingat jika ditilik dari sejarah awal berdirinya Banyumas. Wilayah ini dulunya berasal dari dua buah kadipaten, Kadipaten Pasirluhur dan Kadipaten Wirasaba.
Nama Purwokerto mulai mulai dikenal manakala pemerintah pusat merencanakan pembentukan Kota Administratif Purwokerto pada medio 1998-1999.
Sejak saat itu Purwokerto lebih dikenal masyarakat luas, meski pada akhirnya rencana pembentukan kota itu gagal lantaran krisis 98.
Kedua, dari sisi Administratif keunikan Kabupaten Banyumas dan Purwakarta juga terlihat. Meski penbentukan Kota Administratif gagal, namun di sana masing-masing wilayah memiliki kantor perwakilan lembaga negara tersendiri.
Baca Juga: Terungkap, Ini Penembak Kucing di Lingkungan Sesko TNI Bandung
Lembaga negara tersebut adalah Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), dan Kejaksaan Negeri baik di Kabupaten Banyumas dan Purwokerto semua tersedia.
Dilihat dari kacamata hukum adanya kantor perwakilan lembaga negara yang lebih dari satu ini, tentu membuat ada konsekuensi hukum yang harus dipatuhi. Salah satunya pembagian wilayahnya.
Jadi jangan keliru mana wilayah-wilayah yang jadi Tupoksinya Banyumas dan mana yang nantinya jadi wilayahnya Purwokerto tentu harus kalian pahami.
Ketiga, aspek sosial masyarakat Sebagai ibu kota Kabupaten Banyumas, Kota Purwokerto menjadi pusat kegiatan dalam hal pemerintahan, perekonomian, dan pendidikan. Secara fisik pembangunan Kota Purwokerto terasa lebih dominan sehingga tidak salah jika kota ini dijadikan sebagai ibu kota kabupaten.
Sedangkan Kabupaten Banyumas yang lebih dikenal dengan kearifan lokalnya, yaitu pedesaan. Jika menemukan suatu area dengan sistem pemerintahan desa, maka disitulah dikenal sebagai Banyumas. Karena dikenal sebagai kawasan pedesaan, keramaian di kawasan ini tidak terlalu signifikan seperti di Kota Purwokerto.
Keempat sisi legalitas meskipun tertunda hampir puluhan tahun untuk menjadi kota tersendiri bersamaan rencana pemekaran yang sempat batal di era 1998-1999. Legalitas hukum untuk Kota Purwokerto berdiri sendiri akhir-akhir ini tampaknya santer terdengar lagi.
Mengingat rencana pemekaran Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas kembali muncul dan kemungkinan sebelum Pemilu 2024 sudah selesai dibahas. Konon nantinya Kota Purwokerto akan menjadi kota sendiri sehingga tidak perlu menginduk ke Kabupaten Banyumas.* (Anik AS)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026