PURWOKERTO.SUARA.COM - Menko Polhukam RI, Mahfud MD beberapa waktu lalu membeberkan informasi yang menggemparkan. Menurutnya, ada sekelompok orang yang ingin menghambat proses penyelidikan terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J.
Mahfud MD menerangkan, sekelompok orang tersebut merupakan geng tersebut berada di tubuh Polri yang memihak kepada mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo.
“Ini (kasus pembunuhan Brigadir J) tidak akan bisa selesai ini, penghambatnya banyak sekali. Setiap akan mengurus itu ada yang menahan, ada yang menghilangkan bukti, menghilangkan itu. Siapa itu? Ya kira-kira kelompoknya Sambo itu, yang sekarang 36 ditahan itu,” ungkap Mahfud MD yang dikutip dari SUARA.COM.
Diketahui, hingga kini, setidaknya ada sekitar 63 anggota polisi yang diperiksa Inspektorat Khusus Polri dan 36 orang di antaranya telah melanggar kode etik lantaran berupaya menghalangi proses penyelidikan.
Seperti diketahui, kasus tewasnya Brigadir J pada mulanya diberitakan adanya insiden baku tembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.
Akan tetapi, setelah petugas melakukan penyelidikan secara mendalam, ternyata hal tersebut hanyalah skenario saja yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Selain itu, ada beberapa kebohongan lain yang terungkap setelah penyidikan mendalam. Hal tersebut diduga kuat dikarenakan ada banyak orang di tubuh Polri yang menghalangi dan ikut merekayasa kasus tewasnya Brigadir J. (Arif KF)
Berita Terkait
-
Ajaib, Kuasa Hukum Brigadir J Sebut Uang Rp 200 Juta Mengalir dari Rekening Kliennya Usai Meninggal
-
Perkembangan Terbaru Kasus Brigadir J, Permohonan JC Bharada E Hingga Komnas HAM Periksa TKP Penembakan
-
Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto Merasa Dibohongi soal Kasus Kematian Brigadir J, Saya Marah Sekali
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
Terkini
-
Papua Membara, Komnas HAM Desak Dialog Kemanusiaan Usai Ibu Hamil hingga Pilot AS Tewas
-
Bukan Indonesia, Negara Ini yang Jadi Tempat Kelahiran Yamaha R2?
-
Menggugat Hak Pencipta dan Harga Diri dalam Film Power Ballad
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Maling Itu Empat Langkah dari Rumahku
-
Kembangkan Kasus OTT di Kuansing, KPK Geledah Rumah Kepala Dinas Perkebunan
-
PRIMEFEST 2026: Perayaan Pesta Rakyat
-
Jakarta Tuan Rumah FIP Bronze 2026, Lebih dari 200 Atlet Padel Dunia Siap Bertarung
-
Tarif TransJakarta Diusul Jadi Rp5.000, Pekerja Informal Berpotensi Paling Terbebani!
-
Lapor Polisi, Pengacara Ahli Waris Hyperbowling Ungkap Kronologi Teror Drone Isi Benda Mirip Granat