PURWOKERTO.SUARA.COM, KEDIRI- Viral video yang memerlihatkan jenazah diantar beberapa perangkat desa di Desa Kedak Kecamatan Semen, Kediri, Jawa Timur. Narasi dalam video itu, jenazah hanya tidak ada yang mengantar sehingga harus perangkat desa turun tangan.
Berikut narasi dalam video itu
“Bukan cerita Indosiar. Ini nyata tadi siang, meninggal gak ada yang nganterin. Sampai perangkat desa yang nganterin keep makam”
Tak ayal banyak warganet yang miris melihat kejadian itu.
Berita itu rupanya tidak seluruhnya benar. Sunarti, Kepala Desa Kedak menyampaikan alasan mengapa saat pengantaran jenazah, tidak terlihat ada warga yang ikut mengantar,
Ini lantaran warga laki-laki rata-rata sedang bekerja. Sementara di kompleks itu kebanyakan adalah kaum ibu atau janda. Sehingga Pemerintah Desa mengambil tindakan untuk segera menyelesaikan pemakaman untuk jenazah.
“Karena kondisi keluarga sangat memprihatinkan,”katanya
Pihaknya mengambil inisiatif mengurus jenazah almarhum karena keluarganya menderita keterbelakangan mental. Dengan kondisi itu, pihaknya menyimpulkan, keluarga tidak mampu mengurus jenazah anggota keluarganya sehingga harus dibantu.
Karena sudah paham kondisi keluarga tersebut, begitu mendengar da anggota keluarga yang meninggal, pihaknya langsung mengambil tindakan. Selain keterbelakangan mental, keluarga itu juga terbelakang secara ekonomi sehingga kondisinya memprihatinkan.
Baca Juga: Kenali Dampak Buruk Begadang, Tingkatkan Risiko Gangguan Mental
“Keluarga tidak mampu melakukan sesuatu, sehingga kami merapat kesana,”katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci