/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 15:44 WIB
Ilustrasi perbedaan gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis (pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM Beberapa waktu lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan edaran kepada tenaga kesehatan dan apoten untuk menghentikan sementara pemberian obat sirup terutama pada anak.  Hal ini menyusul banyaknya kasus gagal ginjal akut di Indonesia.

Saat ini Kemenkes tengah menginvestigasi penyebab dari penyakit ini. Namun, terdapat dugaan penyebab gagal ginjal akut ini lantaran adanya cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dalam obat sirup.

Untuk itu BPOM telah merilis 5 jenis obat sirup yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. Zat inilah yang diduga menjadi penyebab dari gagal ginjal akut.

Apa sebenarnya gagal ginjal akut itu? Apakah gagal ginjal akut ini berbeda dengan gagal ginjal kronis

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah penurunan mendadak fungsi ginjal yang berkembang dalam tujuh hari. Hal ini ditandai dengan output urin yang menurun serta meningkatnya kadar kreatin dalam darah. 

Penyakit ini terlihat pada 10-15 persen orang yang dirawat di rumah sakit dan lebih dari 50 persen orang yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Sementara penyebabnya sendiri beragam tergantung jenisnya.

Adapun jenisnya terdiri dari gagal ginjal prerenal (berkurangnya aliran darah ke kedua ginjal), gagal ginjal intrinsik (gangguan yang mempengaruhi kondisi ginjal secara langsung), serta gagal ginjal postrenal (ada obstraksi hilir urin).

Namun, gagal ginjal akut secara umum disebabkan oleh sejumlah kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dengan cepat. Diantaranya yang memicu dehidrasi, mual, kelelahan, sesak napas, pembengkakan kaki, nyeri dada, kejang, hingga kebingungan.

Baca Juga: Karir Steven Gerrard di Aston Villa Tamat, Dipecat Usai Dihajar Fulham

Biasanya perawatan untuk gagal ginjal akut membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Jika menderita penyakit ini harus segera ditangai atau dapat berujung kematian. Adapun pengobatannya dapat berupa menyuntikkan cairan intravena, diuretik, atau kalsium intravena.

Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis merupakan hilangnya fungsi ginjal secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. Sebagian besar penyebabnya adanya tiga kondisi yang mempengaruhi struktur internal ginjal.

Tekanan darah tinggi (menyebabkan penyempitan pembuluh darah), diabetes (merusak filter ginjal), dan glomerulonefritis (peradangan yang disebabkan oleh sejumlah bakteri, seperti autoimun) menjadi penyebab gagal ginjal kronis.

Gagal ginjal kronis juga dapat disebabkan oleh refluks nefropati (aliran balik urin ke ginjal), penyakit ginjal polikistik (kelainan genetik yang menyebabkan pembentukan kista di ginjal), atau obat-obatan yang bisa merusak ginjal secara permanen.

Penderita dengan gangguan gagal ginjal kronis akan merasa lelah, nafas berbau amonia, nafsu makan menurun, kulit kering dan gatal, pergelangan kaki bengkak, sering buang air kecil, susah tidur, sulit berkonsentrasi, hingga kram otot.

Load More