/
Kamis, 03 November 2022 | 16:09 WIB
Kesaksian ART Ferdy Sambo, Kodir di persidangan PN Jaksel

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA- Pengakuan mengejutkan datang dari Asisten rumah tangga Ferdy Sambo, Daryanto atau Kodir. 

Pada 8 Juli 2022 setelah kejadian tragis di rumah dinas, ia  mengaku membersihkan darah Brigadir Yosua  menggunakan serok kayu.

Kepada majelis hakim,  Kodir mengaku melihat ada bercak Yosua yang tercecer di dalam rumah.

"Ada bercak darah yang mulia," ucap Kodir.

Hakim lantas menanyakan siapa yang kemudian membersihkan darah Yosua. Kodir mengaku  tidak sempat melihat jasad Yosua seusai penembakan. Dia mengaku hanya diminta untuk membersihkan bercak-bercak darah dari jasad Yosua.

"Menggunakan serokan, kemudian kain lap," ujar Kodir dalam persidangan Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria terkait kasus perintangan penyidikan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022), dikutip dari suara.com.

Darah Yosua kemudian dibuang ke kamar mandi. Kodir juga sempat melihat pecahan kaca dan serpihan tembok di dekat jasad Yosua yang tergeletak di lantai.

"(Darah Yosua) dibuang ke kamar mandi. Seperti pecahan beling dekat meja makan. Runtuhan tembok," ucap Kodirm

Saat mendengar beberapa kali suara tembakan dari dalam rumah dinas Duren Tiga, Daryanto alias Kodir sempat lari keluar rumah karena panik. Ternyata belakangan diketahui,  itu adalah tembakan yang membuat Brigadir J meregang nyawa. 

Baca Juga: Anak 8 Tahun Diperkosa Ayah Teman Sepermainannya, Terjadi di Purbalingga

“Saya berlarian ke luar rumah. Ke pinggir jalan. Saya menanyakan ke Om Romer, Om ada apa? Tidak ada jawaban karena panik," jawab Kodir.

Load More