/
Kamis, 03 November 2022 | 19:34 WIB
Ilustrasi Quiet Quitting ((freepik))

PURWOKERTO.SUARA.COM- Pernahkah kalian mendengar istilah Quiet quitting?  Istilah yang mulai ramai diperbincangkan oleh masyarakat sekarang ini.

Quiet quitting adalah sebuah konsep yang digunakan oleh pekerja atau karyawan untuk memilih bekerja secara cukup atau “seperlunya” sesauai dengan tanggung jawab dan tingkatan gaji.

Istilah ini berawal dari tingginya kekecewaan karyawan terhadap minimnya penghargaan suatu perusahaan pada usaha atau effort yang diberikan.

Khususnya pada saat pandemi merebak, banyak perusahaan yang melakukan efisiensi yang mengakibatkan volume kerja dari karyawan itu sendiri.

Dengan adanya konsep quiet quitting  banyak karyawaan atau pekerja yang sadar akan pentingnya menghindari burnout saat bekerja.

Lalu, apa itu burnout?

Burnout adalah kondisi stress kronis di mana pekerja merasa lelah secara fisik, mental dan emosional akibat pekerjaan. Kondisi ini ditandai dengan tiga hal.

Tanda yang pertama saat kalian mengalami burnout  adalah perasaan  kekurangan energi dan merasa lelah sepanjang waktu. Kemudian, tanda kedua adalah  merasakan lelah secara emosional yang berlebihan, bisa juga merasa depresi, perasaan tidak berdaya dan merasa terperangkap pada pekerjaan.

Tanda yang terakhir jika kalian mengalami hal ini adalah kalian akan mulai sinis dan berpikiran negatif terhadap orang lain maupun pekerjaannya. Alhasil, pekerjaan kalian malah tidak maksimal, cenderung merugikan diri sendiri, perusahaan, dan orang lain. (citra safitra)

Baca Juga: Sederet Fakta Menarik Film Avatar 2, Pengobat Rindu Setelah 13 Tahun

Load More