/
Kamis, 24 November 2022 | 19:12 WIB
(suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM Kasus perundungan kembali terjadi di Indonesia. Siswa SD kelas 2 di Malang Jawa Timur harus menjadi korban perundungan oleh kakak kelas.

Siswa berinisial MWF tersebut sampai tak sadarkan diri atau koma setelah menjadi korban menerima bullying. Akibat hal tersebut  pihak keluarga meminta keadilan.

Berikut fakta yang terjadi pada siswa SD di Malang yang jadi korban bullying hingga koma.

Kronologi insiden bullying

MWF merupakan siswa SD kelas 2. MWF merupakan warga Desa Kalinyamat Jenggolo, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan pengakuan sang ibu, MWF dianiaya oleh kakak kelasnya saat pulang sekolah, Jumat (11/11/2022) lalu.

Ayah MWF menjelaskan kronologi putranya menjadi korban perundungan. MWF terlambat pulang sekolah dan menangis histeris. Namun, korban memilih bungkam atas apa yang menimpa dirinya.

"Ke kita (orang tua) tidak berani bilang," ujarnya, Rabu (23/11/2022).

Kondisi MWF viral di medsos, alami koma dan terbaring tak berdaya

Baca Juga: Jelang Laga Brazil Kontra Serbia, Pelatih Tile: Ada 3 Formasi

MWF mengeluh kesakitan disertai muntah-muntah dan untuk tidak masuk sekolah. Sang ayah awalnya menduga MWF mengalami tifus.

"Saya pikir tifusnya kambuh, saya periksa ke bidan langganan. Mualnya mereda tapi tetap pusing," katanya menambahkan.

Akhirnya siswa bernasib nahas dilarikan Rumah Sakit Islam Gondanglegi sejak kamis (17/11/2022) untuk mendapat perawatan.

Kondisi nahas MWF kemudian beredar di media sosial. Pasalnya, viral sebuah video yang menampakkan MWF berbaring tak berdaya dan dinarasikan mengalami koma. Tampak pula di hidungnya diberi selang alat bantu pernafasan.

"Bocah kelas 2 SD di Kepanjen dikeroyok kakak kelasnya sampai koma," tulis keterangan pada video dikutip pada Kamis, (24/11/2022).

MWF kembali sadar dan blak-blakan ungkap pengeroyokan

Load More