PURWOKERTO.SUARA.COM – Berbagai upaya untuk memajukan dunia kependidikan di Indonesia dilakukan oleh berbagai pihak tidak terkecuali civitas akademik di kampus-kampus Indonesia. Seperti yang dilakukan Erwin Riyanto Ardli Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (FABIO Unsoed) Purwokerto.
Berbekal hasil riset dari ekosistem mangrove di Teluk Bintuni, Papua Barat, ia berhasil meraih predikat the Best Presenter pada gelaran The International Conference on Sustainable Agriculture and Environment (SAE) 2022 di Nong Lam University, Ho Chi Minh City, Vietnam.
Konferensi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Universitas Nong Lam dan kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan Okayama University Japan, National Kaohsiung Taiwan dan Universitas Jenderal Soedirman Indonesia.
Dikutip Antara, kegiatan dimaksudkan sebagai forum diskusi bertukar ide, membangun koneksi, dan kemitraan baru, berbagi tempat bertemu bagi para akademisi, ilmuwan, peneliti, pakar, pengusaha, dan mahasiswa pascasarjana untuk bertukar informasi berharga, serta membangun jaringan kolaborasi masa depan dalam lingkup perubahan iklim yang menjadi perhatian utama masyarakat dunia saat ini.
Beberapa tantangan atau faktor penentu pada kegiatan pertanian, ketahanan pangan dan kesehatan eksosistem seperti perubahan iklim, penyusutan dan degradasi lahan, kekurangan air bersih, ketidaknormalan cuaca, dan pencemaran lingkungan menjadi topik bahasan dalam konferensi tersebut.
Erwin menyampaikan artikel yang berjudul Population Structure of Parasesarma brevicristatum and Parasesarma semperi as an Indicator of Mangrove Replanted Forest Condition in Bintuni Bay, Indonesia. Artikel tersebut ditulis bersama dengan Fika N. Falah (mahasiswa Magister Biologi Unsoed) dan Moh. H. Sastranegara (dosen Biologi Unsoed).
Dalam presentasinya Erwin menyampaikan pentingnya peran biota di mangrove sebagai komponen penyusun ekosistem secara terpadu, walau dalam lingkup hutan mangrove kategori hutan produksi.
Dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya mangrove dapat terus berlanjut manakala memperhatikan dan menjaga setiap role/peran serta proses-proses ekologi yang terjadi di ekosistem mangrove tersebut.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai