/
Sabtu, 26 November 2022 | 21:53 WIB
Erwin Riyanto Ardli, Dosen Fabio Unsoed Purwokerto saat terima penghargaan ((Antara))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Berbagai upaya untuk memajukan dunia kependidikan di Indonesia dilakukan oleh berbagai pihak tidak terkecuali civitas akademik di kampus-kampus Indonesia. Seperti yang dilakukan Erwin Riyanto Ardli Dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (FABIO Unsoed) Purwokerto.

Berbekal hasil riset dari ekosistem mangrove di Teluk Bintuni, Papua Barat, ia berhasil meraih predikat the Best Presenter pada gelaran The International Conference on Sustainable Agriculture and Environment (SAE) 2022 di Nong Lam University, Ho Chi Minh City, Vietnam.

Konferensi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Universitas Nong Lam dan kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan Okayama University Japan, National Kaohsiung Taiwan dan Universitas Jenderal Soedirman Indonesia.

Dikutip Antara, kegiatan dimaksudkan sebagai forum diskusi bertukar ide, membangun koneksi, dan kemitraan baru, berbagi tempat bertemu bagi para akademisi, ilmuwan, peneliti, pakar, pengusaha, dan mahasiswa pascasarjana untuk bertukar informasi berharga, serta membangun jaringan kolaborasi masa depan dalam lingkup perubahan iklim yang menjadi perhatian utama masyarakat dunia saat ini.
 
Beberapa tantangan atau faktor penentu pada kegiatan pertanian, ketahanan pangan dan kesehatan eksosistem seperti perubahan iklim, penyusutan dan degradasi lahan, kekurangan air bersih, ketidaknormalan cuaca, dan pencemaran lingkungan menjadi topik bahasan dalam konferensi tersebut.

Erwin menyampaikan artikel yang berjudul Population Structure of Parasesarma brevicristatum and Parasesarma semperi as an Indicator of Mangrove Replanted Forest Condition in Bintuni Bay, Indonesia. Artikel tersebut ditulis bersama dengan Fika N. Falah (mahasiswa Magister Biologi Unsoed) dan Moh. H. Sastranegara (dosen Biologi Unsoed).

Dalam presentasinya Erwin menyampaikan pentingnya peran biota di mangrove sebagai komponen penyusun ekosistem secara terpadu, walau dalam lingkup hutan mangrove kategori hutan produksi.

Dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya mangrove dapat terus berlanjut manakala memperhatikan dan menjaga setiap role/peran serta proses-proses ekologi yang terjadi di ekosistem mangrove tersebut.*(ANIK AS)

Load More