PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Curah hujan tinggi jadi momok tersendiri bagi petani kapulaga di Kabupaten Banjarnegara, khususnya di Desa Majatengah. Mereka kesulitan menjemur hasil panen kapulaga karena terik matahari kurang.
Padahal, saat musim penghujan, intensitas hujan di wilayah itu cukup tinggi. Dalam kondisi terik sekalipun, penjemuran kapulaga bisa memakan waktu berhari-hari sampai komoditas itu benar-benar kering.
“Kalau kondisi cuaca normal, bisa seminggu baru kering. Kalau penghujan, bisa lebih lama lagi,”kata Karnain, petani kapulaga di Desa Kapulaga Banjarnegara
Terlebih dalam kondisi curah hujan tinggi seperti saat ini, penjemuran kapulaga bisa memakan waktu lebih lama lagi. Ini tentunya sangat merepotkan petani.
Saat cuaca mendung, petani harus bergegas memasukkan kapulaga yang dijemur di jalan ke dalam rumah agar tidak terguyur hujan. Jika sampai terkena air hujan, kapulaga bakal ditumbuhi jamur sehingga kualitasnya buruk.
Kapulaga yang menurun kualitasnya karena ditumbuhi jamur membuat nilai jualnya semakin anjlok. Kerugian petani semakin besar.
Tak ayal, banyak petani yang memilih tidak memanen kapulaganya di lahan karena kesulitan untuk menjemur. Jika pun dipanen, sebagian petani memilih menjualnya dalam kondisi basah dengan harga jauh lebih murah.
Gayung bersambut. Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui KKN IPTEK untuk Desa Binaan Universitas Diponegoro (KKN IDBU) hadir membawa solusi bagi petani.
Berangkat dari permasalahan itu, UNDIP mengenalkan ke petani teknologi pengeringan sederhana. Kampus itu memfasilitasi petani untuk membuat rumah pengeringan berhan plastik UV dengan kerangka bambu dan kayu.
Baca Juga: Amankan Tiga Poin Pertama, Australia Buka Asa Lolos Fase Grup Piala Dunia
Petani desa antusias menyambut inovasi itu. Solusi ini lah yang mereka tunggu selama ini. Mereka pun bersemangat membantu mendirikan rumah pengeringan agar bisa segera memanfaatkannya.
“Ini ketika kita masuk ke rumah pengeringan, sudah terasa panasnya. Bahkan saat hujan, di dalam masih terasa hangat. Kalau untuk menjemur, pasti lebih cepat kering,”katanya
Petani tak menyiakan kesempatan untuk menjemur kapulaga di rumah pengeringan yang telah jadi. Kali ini mereka lebih berusaha menjaga kualitas kapulaga.
Sebelum dijemur, tidak seperti biasanya, kali ini kapulaga dicuci agar bersih dari kotoran dan tanah yang menempel. Komoditas basah itu lantas digelar di sejumlah tampah bambu dan dijemur di rumah pengeringan.
Hasilnya menakjubkan. Karnain menilai kapulaga yang dijemur di rumah pengeringan lebih cepat kering.
“Ini baru sehari saja sudah mulai mengering. Jelas lebih cepat keringnya,”katanya
Tag
Berita Terkait
-
UNDIP Fasilitasi Petani Desa Majatengah Belajar Kapulaga Lewat Seminar Hybrid, Hadirkan Pakar Pertanian
-
Kajian Ekosistem Mangrove dari Dosen Unsoed Purwokerto Berhasil Raih Penghargaan di Vietnam
-
Didampingi Akademisi UNDIP, Petani Desa Majatengah Banjarnegara Belajar Menyuling Kapulaga Jadi Minyak Atsiri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan