/
Minggu, 04 Desember 2022 | 18:38 WIB
gung semeru ((suara.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru pada Minggu, 4 Desember 2022 dari level 3 atau siaga menjadi level 4 atau awas.

PVMBG mencatat erupsi disertai awan panas terjadi di Gunung Semeru pada pukul 02.46 WIB.

Hal ini bukan pertama kalinya Gunung Semeru memuntahkan awan panas. Melansir dari laman Badan Geologi Kementterian Energi dan Sumber Daya Mineral, tercatat Gunung Semeru pertama kali meletus pada 8 November 1818.

Mulai tahun 1818 hingga tahun 1913 Gunung Semeru terus menerus erupsi, sayangnya tidak banyak informasi yang dapat didapatkan pada rentang waktu tersebut.

Baru pada tahun 1941, informasi mengenai letusan Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur itu banyak ditemukan. Di tahun tersebut letusan terjadi dalam celah radial hingga tahun 1942 di ketinggian 1400-1775 mdpl.

Tercatat Gunung Semeru kembali erupsi tiga tahun setelahnya yakni pada 1945, berlanjut di 1947, 1950, 1951 dan 1952.

Kemudian, mulai dari tahun 1953 sampai 1961 letusan terjadi secara beruntun. Tak hanya itu, pada tahun 1963 Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas mencapai 8 km dari kawah.

Dilihat dari catatan panjang letusan Gunung Semeru, letusan beruntun  kembali terjadi pada 1967-1969 dan selama itu pertumbuhan kubah lava terus mengalami perubahan. Pada tahun 1973, kubah lava menncapai ketinggian  3.744,5 mdpl. Saat itu, awan panas yang dihasilkan berhasil melalui kali Glidik hingga batas hutan.

Selain itu, Gunung Semeru juga tercatat aktif pada tahun 1974, 1994, 2005, 2007 dan terakhir pada tanggal 4 Desember 2022. (citra safitra)

Baca Juga: Seorang Kyai di Lereng Semeru Tolak Dievakuasi, Urusan Saya!

Load More