PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca momen Natal dan Tahun Baru 2023 berbagai kesiapan untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok terus dilakukan pemantauan agar tetap aman dalam beberapa bulan kedepan.
Termasuk yang dilakukan Perum Bulog Cabang Banyumas memastikan ketersediaan beras kualitas medium masih mencukupi kebutuhan hingga datangnya masa panen di wilayah tersebut yang diperkirakan akan berlangsung mulai pertengahan Februari 2023.
Pimpinan Bulog Cabang Banyumas Rasiwan di Purwokerto, Jawa Tengah menyampaikan jika saat ini pihaknya masih rutin memasok beras medium untuk kegiatan SPHP ke pasar-pasar tradisional, khususnya pasar yang dipantau oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Insya Allah ketersediaan beras medium masih ada untuk keperluan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," katanya dikutip Antara. Rabu, (11/01/2023).
Berdasarkan data, Bulog Cabang Banyumas telah menyalurkan beras medium untuk SPHP sekitar 400 ton pada periode 2-10 Januari 2023.
Kendati demikian pihaknya telah mengajukan penambahan stok beras medium ke Kantor Pusat Perum Bulog untuk menjaga ketersediaan pasokan di Banyumas hingga datangnya masa panen.
"Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, untuk masa panen di wilayah eks Karesidenan Banyumas diprediksi akan berlangsung mulai pertengahan Februari," ujarnya.
Bahkan, masa panen hasil musim tanam pertama tahun 2022-2023 (Oktober-Maret) di wilayah eks Karesidenan Banyumas itu merupakan panen raya.
Pun dengan adanya panen raya, dia mengharapkan harga gabah maupun beras di tingkat petani dapat segera turun dan sesuai dengan harga pembelian yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga penyerapan yang akan dilakukan oleh Bulog Banyumas bisa berjalan maksimal.
Baca Juga: Buseet! Tiket Al Nassr vs PSG Dilelang Mulai Rp 4,11 Miliar, Ini Fasilitas yang Didapat Penonton
"Kami masih menunggu Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang nanti akan diputuskan oleh Badan Pangan Nasional, termasuk dengan target penyerapan atau pengadaan gabah untuk Bulog Banyumas," katanya.
Rasiwan mengakui jika saat ini area persawahan di beberapa daerah sudah ada yang memasuki masa panen meskipun hanya di spot tertentu dan pihaknya belum bisa melakukan penyerapan gabah hasil panen petani itu karena harganya masih relatif tinggi.
"Harga gabah saat ini masih tinggi, sekitar Rp. 6.000 per kilogram. Semoga nanti dengan adanya panen raya, harganya bisa segera turun dan sesuai dengan HPP," tegasnya.
Sementara dari pantauan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Banyumas, harga beras kualitas medium dalam beberapa pekan terakhir masih bertahan pada kisaran Rp11.250-Rp12.250 per kilogram.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Manis, Purwokerto, Irfan mengatakan jika sebelumnya harga beras medium berkisar Rp10.000-Rp11.000 per kilogram. "Namun sejak Desember 2022 hingga sekarang bertahan di kisaran Rp11.250-Rp12.250 per kilogram," terangnya.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Perum Bulog Cabang Banyumas untuk melaksanakan kegiatan SPHP guna menekan kenaikan harga beras.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Solo-Semarang hingga Bogor-Bekasi: Cek Wilayah Aglomerasi Diprediksi Macet Parah Mulai Hari Ini
-
Ternyata Ini Alasan Gubernur Sulsel Tiadakan 'Open House' Lebaran 2026
-
Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain
-
Mengajukan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI untuk Miliki Motor Impian
-
Dari Rumah Penuh Konflik ke Puncak Kesuksesan: Transformasi Jennifer Lawrence di Film Joy
-
Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis