PURWOKERTO.SUARA.COM Brokoli menjadi salah satu sayuran yang kaya akan nutrisi.Berbagai olahan dapat dibuat dari sayuran hijau ini yang tentunya sehat.
Untuk semakin sehat, sebelum memasak, brokoli harus dicuci dengan benar agar kotoran atau serangga di dalamnya tidak ikut dimasak.
Berikut beberapa cara mencuci brokoli yang secara benar agar dapat dimasak dengan lezat dan sehat.
1. Cuci dengan Air Mengalir
Membersihkan brokoli dapat dilakukan dengan mencuci di air mengalir. Cara ini dapat menghilangkan kotoran dan serangga yang mungkin masih ada di bagian dalamnya.
Caranya hanya perlu saringan untuk wadah brokoli, kemudian alirkan air ke saringan yang digunakan.Gosok-gosok kuntum brokoli hingga kotoran bersih dan brokoli siap diolah jadi masakan kesukaan Anda.
2. Menggunakan Cuka untuk Merendam
Sebelum memasak, brokoli dapat disemprot dengan cuka atau air lemon lalu biarkan beberapa menit. Setelah itu brokoli dapat dibersihkan lalu dimasak.
3. Menggunakan Air Dingin atau Hangat
Baca Juga: Habis Isi Angin, Sopir Truk di Sragen Tewas Kena Ledakan Kompresor
Brokoli dapat dicuci dengan menggunakan air dingin atau hangat. Sebelum memasak, perlu menyiapkan wadah yang bisa menampung brokoli, dan isi dengan air dingin atau hangat.
Setelah siap, masukkan brokoli ke dalam wadah berisi air tersebut selama kurang lebih dua menit. Langkah berikutnya, keringkan brokoli secara menyeluruh dengan tisu atau kain bersih untuk mengurangi kelembapan dan kadar air tambahan yang menempel pada brokoli.
4. Merendam dengan Air Garam
Membersihkan brokoli dari kotoran dapat dilakukan dengan cara merendamnya di air garam.
Caranya, masukkan brokoli ke dalam air garam tersebut untuk beberapa waktu. Masukan satu sendok teh garam untuk satu liter air. Larutan garam ini dapat menghilangkan kutu daun dan ulat dari bagian bawah daun brokoli sehingga bersih saat dimasak nanti.
Celupkan bagian atas dan rendam selama kurang lebih setengah jam untuk menghilangkan semua kutu daun dan ulat yang ada di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Industri Mobil Listrik VKTR Punya Siapa? Bikin Pabrik Baru di Magelang
-
Subuh Mencekam di Bogor, Ledakan LPG Hantam Sekolah, Pagar Hancur 15 Meter
-
7 Sepatu Running Lokal Model Stylish Bisa Buat Nongkrong, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Sebut Kasus Sri Purnomo Dipaksakan, Ahli Hukum: Tidak Ada Motif Korupsi, Terdakwa Layak Bebas
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Dicelup Saus Lumer, Alasan Ayam Goreng Krispi Ini Jadi Street Food Favorit
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Ditilang Polisi? Ini Aturan Hukum di Indonesia
-
Review Film Ghost In the Cell: Potret Kelam Lapas dan Sindiran Pedas buat Pejabat Korup
-
Selat Malaka Ada di Mana? 'Jantung' Ekonomi Dunia Tak Kalah Penting Dibanding Selat Hormuz