PURWOKERTO.SUARA.COM - Kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Banyumas mendapat perhatian serius dari Pakar Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof Hibnu Nugroho lantaran kesigapan petugas dalam mengungkap kasus tersebut.
Prof Hibnu mengapreasiasi upaya Kepolisian Resor Kota Banyumas atas keberhasilannya mengungkap kasus penemuan mayat di Sungai Serayu, Karangkemiri, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diketahui sebagai korban pembunuhan.
"Saya sangat mengapresiasi pengungkapan kasus pembunuhan ini, karena Polresta Banyumas tidak hanya percaya pada tersangka tapi mencoba mengungkap motif, kemudian cara melakukan, dan sesudah melakukan (pelaksanaan pembuangan mayat)," kata Prof Hibnu dikutip Antara. Senin, (23/01/2023).
Menurutnya keberhasilan polisi mengungkap mayat pria yang ditemukan mengapung di Sungai Serayu, Desa Karangkemiri, Kecamatan Maos, Cilacap, pada Selasa (17/1) sore patut diapresiasi.
Korban yang diketahui bernama Hudi (70), warga Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, yang meninggal dunia akibat dibunuh oleh seorang perempuan berinisial S (43) yang merupakan keponakan korban berhasil diungkap.
Lebih lanjut, Prof Hibnu mengatakan kasus pembunuhan atau merampas nyawa orang lain dengan sengaja merupakan suatu tindak pidana yang sadis dan ini menjadi perhatian serius.
"Apalagi pembunuhan ini dalam lingkungan keluarga, dilakukan oleh keponakan terhadap pamannya," kata Guru Besar Fakultas Hukum Unsoed itu.
Ia mengatakan satu hal yang harus dicermati dalam pengungkapan kasus tersebut, yakni tidak hanya keharusan polisi untuk mengungkap kasusnya, juga peran masyarakat termasuk pengurus RT dan pemerintah desa setempat dalam menyikapi fenomena itu.
Menurut dia, hal itu karena kejahatan tersebut terjadi di lingkup rumah, sehingga polisi tidak bisa sendiri untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindak pidana serupa di kemudian hari.
Baca Juga: Banyak yang Tidak Paham, Ini Fungsi Kotak Hitam pada Skuter Matik Honda
Dengan demikian, kata dia, polisi butuh peran lingkungan dan masyarakat agar bisa mencegah kejahatan tersebut jangan sampai merembet ke kejahatan-kejahatan lain.
"Apalagi pemicu terjadinya pembunuhan itu berawal dari masalah kecil. Kan awalnya masalah kucing dan hal itu masalah sepele, atau apakah memang masyarakat kita sumbu pendek," tegasnya.
Oleh karena itu, Prof. Hibnu menegaskan kasus pembunuhan yang dipicu permasalahan sepele tersebut sangat disayangkan dan harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun pemerintah daerah.
Ia pun mengharapkan kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama agar di Banyumas tidak ada lagi pembunuhan terutama yang dipicu oleh permasalahan sepele.***
Berita Terkait
-
Terekam CCTV, Pembobol Toko di Banyumas Panjat Tiang Telkom dan Masuk Lewat Jendela
-
Kena Mental, Pelaku Rudapaksa Gadis 12 Hingga Hamil Menyerahkan Diri ke Polresta Banyumas
-
Tak Hanya Tilang Manual, Polresta Banyumas Terapkan Sistem Berburu Pelanggar Aturan Lalu Lintas di Jalanan Purwokerto
-
Terbukti Terlibat dalam Perkara Pembunuhan Brigadir Yosua Kuat Maruf Dituntut 8 Tahun Penjara oleh JPU
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Tablet 5G Harga Rp4 Jutaan, Acer Iconia iM11 Sajikan Layar 2K dan MediaTek 8791