/
Kamis, 26 Januari 2023 | 16:42 WIB
Petugas Polres Kebumen memasang garis polisi di depan lokasi kejadian pembunuhan suami terhadap istrinya di Sruweng, Kebumen, Kamis 26 Januari 2023. (Dokumentasi Polres Kebumen)

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pagi masih buta ketika pasangan MH (33) dan suaminya AG (38), warga Desa Karangsari, Sruweng, Kebumen mulai bertengkar, Kamis 26 Januari 2023. Pukul 04.30 WIB, AG melukai MH dengan senjata tajam hingga tewas di tempat.

Setelah melakukan perbuatan itu, AG datang ke rumah tetangganya melalui pintu belakang. Tetangga pelaku membuka pintu dan mendapati AG berlumuran darah.

Pada tetangganya, AG mengatakan ia baru saja membunuh istrinya. Tetangga yang kini jadi saksi kemudian memanggil orang tua AG dan bersama-sama melihat MH di rumah.

Di rumah, mereka menemukan MH dalam kondisi terbaring penuh luka dan darah di ruang tengah. Mereka kemudian memanggil bantuan hingga kasus ini sampai ke Polisi.

"Korban meninggal di lokasi kejadian dalam peristiwa itu. Setelah melakukan penganiayaan, suami mencoba bunuh diri," kata Kapolres Kebumen, AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha. 

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin pun meninjau langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan informasi dari Kapolsek Sruweng, AKP Mardi.

Di TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua bilah golok, sebilah pisau dapur, kain sprei, selimut, bantal, dua potong baju dan celana yang bersimbah darah, sebuah handphone, vas bunga serta asbak.

Saat ini jenazah korban akan diautopsi di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto, sedangkan tersangka tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena luka-luka di kepala.

Kepada polisi Saksi menjelaskan, ketika AG datang, ia dalam kondisi berlumuran darah. Saat itu AG bercerita telah menganiaya istrinya dengan menggunakan golok dan pisau dapur.

Baca Juga: Cegah Stunting, DPR Dukung Penuh Keinginan Jokowi Sediakan Alat USG di Puskesmas Seluruh Indonesia

"Saat para saksi mendatangi rumah pelaku, ditemukan korban sudah dalam keadaan tergeletak bersimbah darah di ruang tengah. Lalu kejadian ini dilaporkan ke Polsek Sruweng," ungkapnya. 

Hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, termasuk motif hingga terjadi KDRT.

Menurut Kapolsek Sruweng AKP Mardi, penyidik telah meminta keterangan sejumlah saksi, namun belum bisa memintai keterangan pelaku karena yang bersangkutan masih dalam perawatan medis di rumah sakit.***

Load More