PURWOKERTO.SUARA.COM – Kasus ledakan petasan yang terjadi di di Dusun Sadeng, Desa Karang Bendo, Kabupaten Blitar. Mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian di Polda Jawa Timur untuk pengusutannya.
Bahkan Polda Jawa Timur langsung menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) guna membantu penyelidikan di lokasi kejadian. Hal tersebut diungkapkan langsung Kombes Pol Sodiq Pranoto Kabid Labfor Polda Jatim.
Sodiq mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim Labfor untuk melakukan identifikasi terhadap bahan peledak dan korban, dalam kasus ledakan petasan di Blitar.
Menurutnya total ada delapan orang yang terjun dari tim Labfor. Kemudian tim dibagi menjadi dua, yakni masing-masing empat orang dengan tugas mengidentifikasi bahan peledak dan korban.
“Tim lagi menuju TKP. Tim ada delapan orang, empat pemeriksa bahan peledak (Handak), empat membantu identifikasi korban,” kata Sodiq, dikutip Antara. Senin (20/2/2023).
Untuk diketahui, Minggu (19/2/2023) malam sekitar pukul 22.30 WIB sebuah rumah meledak yang disebabkan oleh bubuk petasan di Dusun Sadeng, Desa Karang Bendo, Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar.
Iptu Rochan Kasi Humas Polres Blitar Kota mengatakan, ledakan itu berasal dari rumah Darman yang kini sudah rata dengan tanah. Pemilik rumah juga ditemukan meninggal dunia bersama dua anaknya yang bernama Arifin dan Widodo.
Serta, ada satu saudara korban bernama Wawa yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian. “Untuk korban luka akibat ledakan sampai dengan pagi ini ada delapan orang. Rata-rata luka gores karena tertimpa reruntuhan atap/plafon rumah dan karena shock,” ujar Rochan.
Hingga saat ini petugas masih terus menghitung kerugian materil sementara. Namun dilaporkan sejumlah 15 rumah di sekitar TKP mengalami kerusakan. Belasan rumah tersebut mengalami kerusakan pada tembok dan atap akibat dampak ledakan.***
Baca Juga: Perbanyak Ibadah Ini di Bulan Syaban
Berita Terkait
-
Dikira Gunung Kelud Meletus, Ledakan Dahsyat di Karangbendo Blitar Tewaskan 4 Orang
-
Empat Petani asal Desa Pakel Banyuwangi Ditahan Polda Jawa Timur, Kok Bisa ? Begini Kronologinya
-
Rumah Hancur karena Ledakan di Padangjaya Cilacap, 1 Warga Tewas
-
Polri Turunkan Tim Labfor Dalami Rekaman CCTV di Kanjuruhan Malang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati