PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP – Sidat menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sebab, permintaan sidat dari pasar mancanegara terbilang tinggi. Untuk mendukung produktivitas pembudidaya sidat, Cilacap menambah kapasitas Balai Benih Ikan (BBI) Majenang, Cilacap.
Sejauh ini ketersediaan benih glass eel masih mengandalkan hasil dari tangkapan alam. Sebab, sidat belum bisa dipijahkan seperti ikan jenis lain.
Di Kabupaten Cilacap sendiri baru ada satu kelompok pembudidaya sidat yang mampu membudidayakan Sidat mulai dari stadia glass eel, yakni di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja.
“Sangat susah mengimplementasikan budidaya dari stadia glass eel, karena dibutuhkan tempat tertutup, penanganan khusus, serta parameter kualitas air dan lingkungan yang terkontrol,” kata Indarto, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap.
Kelompok pembudidaya sidat di Desa Kaliwungu, Kedungreja bahkan menjadi percontohan budidaya sidat dalam proyek IFish dari Organisasi Pangan Dan Pertanian PBB (FAO) bersama KKP.
Proyek IFish berfokus pada tiga komoditas ikan air tawar, yakni sidat, belida, dan arwana. IFish tidak hanya melakukan pendataan dan monitoring jenis ikan air tawar, tetapi juga membantu upaya pengembangbiakan ikan air tawar yang dilindungi.
Peningkatan kapasitas BBI Majenang dimulai dengan Kick Off Demonstration Site Budidaya Sidat Stadia Glass Eel ke Elver di BBI Majenang, di Ruang Rapat Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Selasa (14/3/2023).
Demo site ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya, di mana pada demo site pertama, tahapan budidaya dimulai dari stadia elver hingga ukuran konsumsi. Pada tahap ini, kendala utama yang dijumpai adalah kualitas benih elver tidak seragam sehingga mengurangi tingkat keberhasilannya.
Sehingga Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dan Food and Agriculture Organization (FAO) merekomendasikan demo site kedua budidaya dari stadia glass eel hingga elver.
“Memang stadia glass eel sampai elver itu merupakan titik kritis dalam budidaya sidat. Kalau dapat elver dengan kualitas baik, sudah sangat mendukung keberhasilan budidaya sidat sampai ukuran konsumsi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ironi Cilacap Surplus Beras, Tapi Harga di Pasar Mahal
-
Polresta Cilacap Bongkar Kasus Perdagangan Orang, Polisi Tangkap Pelaku Sepasang Suami Istri
-
Dengarkan Keluhan Pasien Cuci Darah, RSI Fatimah Cilacap Akan Ajukan Lagi Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
-
Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Di Berbagai Tempat, Cilacap Paling Sering
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
Terkini
-
Hikayat Suara-Suara: Estetika Melayu, Kritik Sosial, dan Pencarian Makna
-
Ibu Hamil Perlu Rutin Konsumsi Vitamin dan Jaga Kondisi Tubuh untuk Cegah Bayi Bibir Sumbing
-
Nasib Dadan Sepulang Haji: Dicopot dari Kepala BGN, Dijemput Kejagung
-
BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan
-
Tayang Juli, Park So Yi dan Lim Soo Jung Bintangi Film The Second Child
-
Kadin Sleman Sambut Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Diyakini Bangkitkan Mesin Ekonomi Sleman
-
Kembalikan Puluhan Ribu Anak ke Sekolah, Inovasi Andi Sudirman Jadi 'Blueprint' Nasional
-
Copot Pimpinan BGN Dinilai Bukan Solusi, Program MBG Terancam Makin Karam
-
Siapa Kepala BGN Sekarang? Ini Profil Nanik S Deyang Beserta Gaji dan Tugasnya
-
Mewahnya Koleksi Mobil Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kini Dijemput Kejagung