PURWOKERTO.SUARA.COM – Kementrian Kesehatan meminta anak dan remaja perokok agar menggunakan momentum bulan Ramadhan untuk berhenti mengonsumsi rokok.
Hal itu diungkapkan Eva Susanti Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI
“Inilah saatnya anak berhenti (merokok), karena apapun bentuknya (rokok), sangat tidak baik bagi kesehatan,” kata Eva Susanti dikutip Antara, Rabu (5/4/2023).
Eva Susanti menuturkan puasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya menetralisir efek rokok di tubuh.
“Dengan puasa harus bisa berhenti (merokok), karena dalam 12 jam setelah puasa, rokok ini bisa hilang efeknya di tubuh,” terangnya.
Tidak lupa dia meminta anak-anak dan remaja menjauhi rokok, karena sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena, kandungan nikotin pada rokok selain bersifat adiktif, juga dapat merusak kerja otak anak dan remaja.
“Nikotin merusak kerja korteks prefrontal yang mengatur atensi, ingatan, proses belajar, suasana hati, kendali diri, yang masih berkembang sampai usia 25 tahun,” katanya.
Perkembangan otak yang seharusnya dapat berlanjut hingga anak usia 25 tahun, lanjutnya, akan terhenti apabila otak terpapar nikotin.
Begitu juga dengan keberadaan rokok elektronik atau vape, dinilainya jadi ancaman serius bagi kesehatan generasi muda di Indonesia.
Baca Juga: Sedang Berlangsung Link Persebaya vs Persija, Live Stream Bukan di Sofascore
“Vape menjadi ancaman serius bagi pemuda di Indonesia. Rokok elektronik ini tidak aman untuk anak-anak, karena mengantarkan nikotin dan perasa dalam bentuk aerosol yang memiliki 7.000 efek negatif,” terangnya.
Eva menegaskan pihak-pihak yang menyebut penggunaan rokok elektronik aman bagi remaja, hanya mitos belaka.
“Seandainya ada orang menyampaikan itu aman. Tidak. Rokok elektronik tidak aman, karena itu sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Jangan dekati dan segera jauhi rokok, apapun bentuknya,”pungkasnya.***
Berita Terkait
-
Muslim Wajib Tahu, Makan Kurma Punya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh Manusia
-
Senang Membeli Jajanan Sembarangan saat Bulan Ramadhan ? Begini Kata Pakar Kesehatan Medis
-
Jangan Bingung, Aplikasi PeduliLindungi Berubah Menjadi SatuSehat Mobile : Apa Bedanya ?
-
Bantu Penanganan Korban Gempa Turki-Suriah, Pemerintah Melalui Kemenkes RI Kirim Tenaga Kesehatan : Ini Rinciannya
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Ketua DPRD Kepri Naik Harley Davidson Rp645 Juta Tanpa Helm, Punya SIM Khusus?
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Ahmad Dhani Sempat Minta Alyssa Daguise Diinduksi Demi Cucunya Lahir Jumat Kliwon
-
Maia Estianty Tersentuh Lihat Perjuangan Alyssa Daguise Lahiran Normal