/
Jum'at, 14 April 2023 | 13:07 WIB
Ilustrasi doa ((istockphoto))

PURWOKERTO.SUARA.COM Di antara malam-malam di bulan Ramadhan, malam Lailatul Qadar menjadi satu malam yang paling dinanti. Banyak keberkahan dan keutamaan yang dijanjikan Allah swt bagi siapa saja yang mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Dikutip dari NU Online, kepastian waktu malam Lailatul Qadar memang tidak disebutkan dalam Al-Quran. Namun sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan diyakini menjadi malam yang penuh keberkahan.

Dalam tulisan KH Nuril Huda berjudul ‘Kapan Lalilatul Qadar?’ menyebutkan Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, dijelaskan, Nabi saw pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan," (HR Abu Dawud).

Menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan:

    ‎  

“Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan,” (HR. Bukhari). 

Dirahasiakanya tanggal pasti tentang Lailatul Qadar, menurut Kiai Nuril dapat dijadikan motivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja.

Amalan mendapatkan Lailatul Qadar

Dalam artikel berjudul ‘Amalan agar Mendapatkan Malam Lailatul Qadar’, Profesor Muhammad Quraish Shihab mengungkapkan dua amalan agar seorang hamba bisa bertemu malam Lailatu Qadar.

Baca Juga: Bacaan Doa Perjalanan Mudik 2023 Untuk Transportasi Darat, Laut dan Udara

1. Memperbanyak amal baik

Dalam QS Al Qadr ayat 4 disebutkan dalam malam lailatul qadar, Malaikat turun. Ketika Malaikat turun dan mengunjungi seseorang, Malaikat senang dengan kebaikan, melingkupi kebaikan apa saja. Malaikat mendukung manusia yang berbuat baik.  Dengan demikian, melakukan kebaikan secara terus-menerus bisa mengantarkan manusia mendapatkan malam lailatul qadar.

2. Menciptakan kedamaian

Menciptakan kedamaian yang dimaksud adalah melakukan hal-hal sederhana namun bermanfaat bagi orang lain. Hal itu termuat dalam QS Al Qadr ayat 5, yang berbunyi, di malam lailatul qadar ada kedamaian sampai fajar.

Misalnya, ketika manusia naik bus, banyak orang di bus, lalu hanya duduk diam, tidak menyapa samping kiri dan samping kanannya.

Hal itu termasuk damai, tetapi damai pasif. Lain halnya dengan damai aktif yaitu ketika saling menyapa atau memberi sesuatu kepada orang lain dengan tujuan yang baik.

Load More