PURWOKERTO.SUARA.COM – Ella Titis Yuniansari Psikolog Klinis Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mengatakan fasilitas konseling di pos mudik perlu dipertimbangkan selain pos pemeriksaan kesehatan fisik.
“Akan lebih baik kalau ada pos konseling di samping pos kesehatan, jadi ada dua sisi, psikologis dan fisik, tetapi itu tergantung kebijakan dan pertimbangan dari pengelola tempat peristirahatan atau transportasi umum,” kata Ella dilansir dari Antara, Selasa (18/4/2023).
Dia mengatakan, saat mudik bisa saja akan banyak hal yang terjadi di luar prediksi, misalnya kabar duka dari saudara atau kabar kurang menyenangkan lainnya yang akan mempengaruhi psikis pemudik.
“Jadi seandainya ada pos-pos konseling, mungkin kami teman-teman konselor bisa membantu menenangkan, pemudik juga bisa datang untuk mendapatkan pertolongan pertama, karena pertolongan pertama itu tidak hanya secara fisik aja, tetapi psikis juga,” kata dia.
Ella menambahkan, penting juga bagi pemudik untuk menjaga kesehatan mental anak-anak yang diajak mudik, karena anak-anak cenderung tidak bisa menoleransi jarak tempuh yang jauh dan membuat mereka mudah bosan dan lelah.
“Jadi kita yang harus memahami kondisi anak, karena anak itu kuncinya dua, perutnya kenyang, hatinya senang. Untuk itu orang tua bisa membawakan makanan dan mainan kesukaan anak saat mudik,” kata Ella.
Selain itu, penting juga bagi orang tua untuk mengajak anak berkomunikasi dan bermain di tengah perjalanan.
“Orang tua bisa menemani anak bermain saat mudik menggunakan mobil pribadi, tetapi tidak disarankan di samping pengemudi, karena akan mengganggu. Jadi ibu misalnya, ketika bapak menyetir bisa menenangkan anak di belakang, usahakan jangan mengganggu pengemudi,” kata Dia.
Ella juga mendukung penyediaan tempat bermain anak di tempat peristirahatan sementara (rest area) atau di tempat transit transportasi umum. Menurutnya, hal itu akan membantu menjaga kestabilan mental anak.
Baca Juga: Daftar Harga Kebutuhan Pokok yang Naik Jelang Idul Fitri di Purbalingga
“Kalau ada tempat bermain anak itu sangat bagus, jadi kita bisa mengajak mereka untuk bermain sambil istirahat sejenak, tetapi anak juga perlu diajak kompromi, misalnya mainnya ada tenggat waktu, jadi dia tidak keterusan, nanti bisa diajak bermain kembali ketika sudah sampai di tempat tujuan,” kata Ella.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
5 Brand Parfum Lokal Anti Mainstream, Wajib Masuk Koleksi!
-
4 Moisturizer Lokal Licorice untuk Wajah Cerah dan Lembap Sepanjang Hari
-
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Isu Cerai dengan Ardi Bakrie
-
3 Fakta Tragedi Sungai Ponorogo, 4 Bocah Bersaudara Tewas Tenggelam!
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025 di Tengah Tekanan Global
-
Minyak Goreng 'Minyak Kita' Langgar HET di Sulsel? Satgas Saber Bongkar Temuan Mengejutkan
-
Angkot Tua Bapak