PURWOKERTO.SUARA.COM – Beberapa kendaraan berat pengangkut barang dilarang melintas dalam periode mudik Idul Fitri 2023.
Pembatasan tersebut diatur pemerintah melalui Buku Panduan Mudik 2023 yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Dikutip dari PMJ News dalam buku itu tertulis, kendaraan yang dilarang merupakan mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram.
Ada juga mobil barang dengan 3 (tiga) sumbu atau lebih, kereta tempelan atau kereta gandengan sehingga tidak boleh melintas.
Selanjutnya, mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan bahan galian (tanah, pasir, batu, red) dan bahan tambang, serta bahan bangunan. Di antaranya besi, semen dan kayu.
Sekedar informasi, ketika perayaan Lebaran Idul Fitri tiba, banyak orang yang melakukan perjalanan mudik untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman.
Hal tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan volume lalu lintas yang dapat menimbulkan kemacetan di jalan raya.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi kemacetan adalah dengan memberlakukan larangan kendaraan tonase besar untuk melintas di jalan raya selama periode mudik Lebaran.
Larangan ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor.
Kendaraan yang Beroperasi pada Ruas Jalan Tertentu utamanya kendaraan tonase besar yang dilarang melintas antara lain truk, tronton, dan trailer dengan berat lebih dari 4 ton.
Tujuan dari larangan ini adalah untuk mengurangi volume kendaraan besar yang dapat menimbulkan kemacetan di jalan raya.
Harapannya kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan umum dapat bergerak dengan lebih lancar dan mempercepat waktu tempuh perjalanan mudik.
Selain itu, larangan kendaraan tonase besar juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kendaraan besar seperti truk, tronton, dan trailer memiliki ukuran yang lebih besar dan berat yang lebih berat, sehingga dapat menimbulkan risiko kecelakaan yang lebih besar jika terjadi kecelakaan.
Namun, larangan ini tidak berlaku bagi kendaraan-kendaraan yang membawa barang-barang kebutuhan pokok.
Sebut saja seperti bahan bakar minyak, gas, beras, dan lain-lain. Kendaraan-kendaraan ini tetap diizinkan untuk melintas di jalan raya selama periode mudik Lebaran.
Jika ada kendaraan tonase besar yang nekat melintas di jalan raya saat larangan berlaku, maka akan dikenakan sanksi berupa denda atau penahanan kendaraan.
Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar dan mendorong mereka untuk patuh pada aturan yang berlaku.
Upaya mengurangi kemacetan selama mudik Lebaran, tidak hanya larangan kendaraan tonase besar yang diberlakukan.
Namun juga pengaturan sistem pembayaran tol yang lebih efektif dan penambahan jalur khusus di jalan raya.
Pun, sebagai pengguna jalan yang baik, kita juga harus mematuhi aturan lalu lintaos dan melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Jadi, bagi Anda yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan kendaraan pribadi, pastikan untuk mematuhi larangan kendaraan tonase besar agar perjalanan Anda menjadi lebih lancar, aman.* * *
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana