PURWOKERTO.SUARA.COM – Maraknya tanaman cabai yang terkena penyakit kuning saat ini menjadi salah satu keluhan para petani di wilayah Banjarnegara bagian utara.
Kondisi tersebut berimbas kepada rendahnya mutu dan kualitas cabai yang banyak dikeluhkan pengepul serta berdampak pada nilai ekomonis.
Hal tersebut dikemukakan oleh koordinator kegiatan KKN pembelajaran pemberdayaan masyarakat Gadjah Mada (KKN-PPM) UGM Yogyakarta, Salsabila Aulia Rahmadani saat menggelar sosialisai penanganan OPT dan pasca panen pada Senin 31 Juli 2023.
“Untuk itulah perlu kiranya dilakukan sosialisasi strategi penanganan orgasem pengganggu tumbuhan (OPT) serta bagaimana pengelolaan pasca panen untuk komoditas cabai,” ujarnya.
Lebih jauh, sosialisasi yang digelar di aula balai desa Karangsari, kecamatan Pejawaran tersebut diikuti oleh puluhan petani cabai dan masyarakat sekitar.
“Kami hadirkan beberapa narasumber antara lain dari dinas pertanian, perikanan dan ketahanan pangan Banjarnegara, balai penyuluh pertanian kecamatan serta penyuluh pertanian,” lanjutnya.
Pihaknya berharap melalui sosialisasi tersebut dapat memberikan jawaban serta gambaran kepada para petani terhadap pencegahan dan penanganan penyakit kuning pada cabai.
Sementara itu narasumber dinas pertanian, perikanan dan ketahanan pangan Banjarnegara Udin Prayitno berharap melalui sosialisasi tersebut, petani dapat mengidentifikasi berbagai OPT yang biasanya menyerang tanaman cabai.
“Ini menjadi penting untuk memahami strategi pengendalian yang tepat sehingga dapat mengurangi kerugian hasil panen,” ujarnya.
Baca Juga: Tim SAR Hentikan Misi Penyelamatan Delapan Penambang Emas di Banyumas
Pihanya juga menjelaskan, melalui berbagai pengetahuan baru yang didapatkan dari kegiatan ini, diharapkan petani dapat mengoptimalkan usaha pertanian mereka dan mencapai hasil panen yang lebih baik.
“Jadi setiap kesulitan pastilah ada jalan, untuk itu mari kita bersama-sama belajar untuk bagaimana cara memecahkan permasalahan tersebut,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain beberapa materi disampaikan oleh narasumber juga dilakukan dialog interaktif serta diskusi tentang berbagai cara dan tehnik untuk meningkatkan produksi petani untuk meningkatkan hasil panen.
Sosialisasi penanganan OPT dan pascapanen cabai dihadiri oleh perwakilan KWT (Kelompok Wanita Tani), Poktan (Kelompok Tani), Kader, dan perangkat desa.**Alw
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS