PURWOKERTO.SUARA.COM – Tahukah kamu……kalau hingga saat ini bangsa Indonesia hanya mengenal tujuh nama presiden yang pernah memimpin dinegeri ini.
Tapi, tahukah kamu dimana saat-saat genting pergolakan bangsa terjadi terdapat dua nama yang menjabat sebagai Presiden RI meski dalam waktu yang relative singkat.
Sebagai bangsa yang besar, seyogyanya kita tidak pernah melupakan sejarah yang tertanam di hati sanubari dan menjadi catatan penting dalam perjalanan NKRI.
Dua nama tersebut yakni Sjafrudin Prawiranegara dan Mr. Assaat yang ternyata pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia.
Keduanya memimpin bangsa Indonesia pada masa-masa genting dimana terjadi kekosongan kepemimpinan.
Saat ini presiden Soekarno dan wakil presiden Mohamad Hatta beserta pimpinan lainnya dipaksa menjalani pengasingan di pulau Bangka pada tahun 1948-1949.
Sempat tersiar kabar yang didengungkan oleh Belanda bahwa Indonesia telah bubar karena sejumlah pemimpin negara telah ditawan.
Beruntung saat peristiwa tersebut Sjafrudin Prawiranegara yang kala itu menjabat sebagai menteri kemakmuran berhasil terhindar dari pengasingan dan tawanan Belanda.
Untuk mengisi kekosongan pemerintahan RI saat itu, Sjafrudin Prawiranegara mengusulkan untuk membentuk pemerintahan darurat.
Gayung bersambut, ternyata pemikiran tersebut satu pemahaman dengan Presiden Soekarno yang memberikan izin kepada Sjafrudin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan sementara.
Berdasarkan sejumlah referensi yang ada, nama Sjafrudin Prawiranegara menjabat sebagai kepala pemerintahan RI darurat pada 22 desember 1948 hingga 13 Juli 1949.
Sjafrudin Prawiranegara juga dikenal sebagai seorang negarawan dan ekonom Indonesia di masa demokrasi liberal.
Nama kedua yakni Mr. Assaat, mendengar nama ini juga kemungkinan bangsa Indonesia agak asing ditelinga karena kurang begitu familiar.
Sejarahnya yakni bermula saat Konferensi Meja Bundar (KMB) salah satu point keputusan yakni Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS).
Didalamnya termaktub bahwa Soekarno dan Hatta menjadi presiden dan perdana menteri Republik Indonesia Serikat (RIS).
Tag
Berita Terkait
-
Kompak! Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Melebur dalam Lomba-lomba HUT RI ke-78
-
Jaraknya hanya 7,8 KM dari Jl. Malioboro, Pusat Perbelanjaan Mall Ini Jadi Tujuan Favorit Masyarakat Berbelanja, Bersantai, dan Menikmati Kuliner
-
Makna Tumpeng untuk Peringatan HUT RI Menurut Kepercayaan Jawa dan Umat Islam
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'