PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar Masa Taaruf (Masta) dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Bukan hanya menjadi ajang perkenalan bagi mahasiswa baru, acara ini juga memunculkan berbagai kisah inspiratif dari siswa-siswi UMP.
Salah satu cerita yang mencuri perhatian adalah kisah dua saudara kembar, Fadil Fadurahman dan Faiz Fahrudin, asal Ajibarang.
Mereka terpaksa menunda proses akademik demi mencukupi kehidupan sehari-hari dengan berjualan Nasi Kebuli bersama ibu mereka.
Mereka berdua, dengan kerja keras dan kesabaran yang luar biasa, berhasil menyandang gelar mahasiswa.
Sebuah impian yang selama ini mereka idam-idamkan.
Faiz, salah satu dari saudara kembar ini, menyatakan, masuk ke UMP ingin membahagiakan orang tua yang selama ini membimbingnya.
"Disamping itu, saya juga ingin menimba ilmu di salah satu Universitas terbaik yang memiliki akreditasi unggul," ungkapnya.
Fadil, saudara kembar lainnya, juga memiliki motivasi kuat untuk bergabung dengan UMP.
Ia mengungkapkan, keputusannya untuk menimba ilmu di UMP terinspirasi oleh sepupunya yang telah sukses meniti pendidikan di UMP dan bahkan melanjutkan studi S2.
"Saya juga ingin menambah ilmu mengenai Islam, karena saya merasa masih perlu memperdalam pemahaman saya dalam segi Islam," ujarnya.
Faiz menjelaskan lebih lanjut tentang perjalanan hidupnya dan bagaimana UMP membantu mereka sebagai pelaku usaha kecil kecilan.
"Sebelum memasuki bangku perkuliahan, saya dan Fadil dibantu oleh ibu dalam menjalani usaha kecil-kecilan, dan keseharian kami berada di ruko," jelasnya.
Kedekatan UMP dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah memberikan dukungan yang besar kepada Faiz dan Fadil, semakin memperkuat keinginan mereka untuk menjadi bagian dari mahasiswa UMP.
Ketika ditanya tentang pengalaman mereka dalam kegiatan Masta PKKMB UMP 2023, kedua saudara kembar ini tidak bisa menyembunyikan decak kagum mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Meluber, Warga Resahkan Penyakit
-
Bayar UTBK SNBT Lewat BRImo, Dukung Langkah Mulus Menuju Kampus Impian
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten
-
Maryamah Karpov: Penutup Epik Perjalanan Ikal dari Laskar Pelangi
-
Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?
-
Warga Bali Bakar Sampah Terancam Pidana, Bagaimana Cara Olah Sampah yang Benar?
-
Dikira Korban Kecelakaan, Warga Baradatu Kaget Pria yang Ditolongnya Ternyata Pencuri Motor
-
Bertahan Hidup dengan Jualan di Jalan, Intip Kondisi Kontrakan Sederhana Pak Tarno
-
Kerja Full Time, Hidup Part Time: Fakta Pahit di Balik Gaji UMR
-
DPR Kutuk Serangan Israel ke Beirut, Dinilai Cederai Gencatan Senjata IranAS