- Anggota DPR RI Syamsu Rizal mengecam serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, yang menewaskan 254 orang pada 8 April 2026.
- Serangan tersebut merusak kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat serta mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah.
- Pemerintah Indonesia didesak mengambil langkah diplomasi tegas dan menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, yang akrab disapa Deng Ical, melontarkan kecaman keras terhadap serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Beirut, Lebanon, pada Rabu (8/4/2026).
Serangan mematikan tersebut dilaporkan telah merenggut sedikitnya 254 nyawa.
Ia menilai aksi militer tersebut tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan yang besar, tetapi juga secara langsung menghancurkan upaya perdamaian dan kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru saja disepakati.
Menurutnya, tindakan Israel ini telah memporak-porandakan komitmen hubungan antarnegara yang seharusnya dibangun di atas landasan saling percaya.
Ia menilai Israel telah mempertontonkan perilaku yang sangat buruk dalam konteks diplomasi internasional.
“Serangan ini jelas mencederai upaya perdamaian yang sedang dibangun. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika menjadi tidak berarti ketika aksi militer seperti ini terus dilakukan,” ujar Deng Ical kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengkhawatirkan bahwa eskalasi ini akan memicu efek domino yang memperburuk stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Langkah Israel ini akan semakin memanaskan situasi kawasan dan membuka potensi konflik yang lebih luas,” tegasnya.
Menyikapi situasi tersebut, ia mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomasi yang tegas di forum-forum internasional.
Baca Juga: Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
Indonesia diharapkan mampu menggalang dukungan komunitas global guna menekan Israel dan Amerika Serikat agar segera menghentikan tindakan yang memperkeruh keadaan.
Secara khusus, Deng Ical juga menekankan bahwa Indonesia harus terus menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
“Indonesia harus konsisten memperjuangkan keadilan, termasuk meminta pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya.
Sementara itu, ketegangan di tingkat global semakin memuncak setelah Pemimpin Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dua pekan tersebut.
Ghalibaf menyatakan bahwa dari 10 poin proposal gencatan senjata, terdapat tiga poin yang dilanggar oleh AS, di mana salah satunya adalah berlanjutnya serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
AMSI Minta Dewan Pers Lindungi Magdalene dari Pembatasan Akses Konten
-
Riset WRI Ungkap Paradoks Banjir: Investasi Besar Tak Selalu Kurangi Risiko, Kenapa?
-
Kubu Roy Suryo Bantah Keras Isu Dana Rp5 M dari JK: Satu Rupiah Pun Tidak Pernah!
-
Menaker Lapor Ada 1.590 Aduan THR 2026, DKI Jakarta dan Jabar Terbanyak
-
Eks Dirut Inhutani V Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Suap Hutan Lampung, Rubicon Dirampas Negara
-
Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun
-
Kutuk Serangan Israel, Macron Desak Lebanon Harus Diikutsertakan Dalam Gencatan Senjata AS dan Iran
-
Vonis 8 Tahun Cuma Jalan 4 Tahun, Doni Salmanan Eks Crazy Rich Resmi Bebas Bersyarat!
-
Prabowo Bakal Tutup 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Negara Hemat 200 Ribu Barel Sehari
-
Prabowo Bocorkan Jadwal Produksi Massal Sedan Listrik RI