"Hal ini terjadi karena volume kendaraan yang meningkat drastis," ucap Hilman.
Menurutnya saat ini di wilayah Sumbar ramai dengan pendatang mulai dari provinsi tetangga hingga Jakarta. Pada momen arus mudik kendaraan yang masuk ke Sumbar mencapai 80 ribu unit.
"Sehingga hal ini terjadi kemacetan. Saat ini semua, destinasi tempat wisata dipenuhi wisatawan," bebernya.
Hilman menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan antisipasi kemacetan ini. Personel siaga 24 jam mengatur arus lalu lintas kendaraan.
"Anggota sudah turun ke jalan, setiap ruas, setiap pos PAM berjaga. Kemudian juga ada beberapa rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan," ucapnya.
Hilman menyarankan pemudik untuk mengambil jalur alternatif jika menuju Payakumbuh dan sekitarnya pada Jumat (6/5/2022). Hal ini untuk mengantisipasi terjebak macet saat melaksanakan arus balik Idul Fitri 1443 Hijriyah.
"Saran untuk masyarakat, yang ingin ke Kota Bukittinggi atau Kota Payakumbuh tidak usah lewat Padang Pariaman. Bagusnya lewat Solok (Sitinjau Lauik) masuk ke Tanah Datar lalu Payakumbuh," ungkap Hilman
Selain itu, kata dia, pemudik juga bisa melewati Malalak. Kedua jalur alternatif ini tidak begitu terjadi kemacetan dibanding ruas jalan yang lain. (Irwanda)
Berita Terkait
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
AI di Balik Lampu Merah: Solusi Cerdas atau Sekadar Jargon Estetik Penambal Macet?
-
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi 'Gantung', Wayan Koster: Kami Malu Ditanya Masyarakat Terus!
-
Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?