/
Senin, 23 Mei 2022 | 12:16 WIB
Instagram @marcklok

Ranah - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dalam perebutan medali perunggu sepak bola putra SEA Games 2021 yang digelar di Stadion Ny Dinh, Hanoi, Minggu (22/5/2022).

Timnas Indonesia menang adu penalti lawan Malaysia U-23 setelah main imbang 1-1 dalam 90 menit waktu normal. Dalam adu penalti itu, Indonesia unggul 4-3.

Dalam pertandingan, sosok yang menjadi penentu kemenangan Indonesia itu adalah pemain naturalisasi Marc Klok.

Jalannya babak adu penalti terbilang dramatis. Dua algojo pertama kedua tim gagal melaksanakan tugasnya dengan baik.

Timnas Indonesia U-23 kemudian mendapat angin segar usai kiper Ernando Ari menepis tembakan eksekutor ketiga Malaysia U-23, Luqman Hakim.

Sementara Marc Klok maju sebagai eksekutor kelima atau terakhir yang menentukan. Klok menjawab kepercayaan itu dengan baik.

Ia tanpa kesulitan mengecoh Muhamad Rahadiazli dan mengunci kemenangan Garuda Muda dengan skor 4-3.

Usai laga, Klok membagi fakta terkait eksekusi penalti penentuan tersebut. Ia ternyata awalnya ditugaskan menjadi penembak ketiga oleh Pelatih, Shin Tae-yong.

Namun, pemain Persib itu punya pandangan lain. Ia memilih menjadi penendang penentu, meski tahu risiko cukup besar.

"Sebelum adu penalti, coach Shin suruh saya ambil (penalti) yang ketiga. Namun saya punya firasat dan bilang mau ambil penalti kelima," ujar Klok dikutip dari suara.com, Senin (23/5/2022).

"Lalu coach bilang oke dan momentumnya datang," ungkap Klok.

Marc Klok sadar beratnya beban menjadi eksekutor kelima apalagi penentu. Bahkan, ia sudah siap menerima cacian netizen andai tendangannya gagal.

"Saya tahu kalau saya cetak gol, kita peringkat ketiga. Namun kalau gagal, netizen siap menghancurkan saya," bebernya.

"Saya senang dan tenang saat mengambil penalti karena sudah tahu mau menendang ke arah mana. Setiap usai latihan, saya selalu berlatih menendang penalti," beber Klok.

Meraih medali perunggu SEA Games 2021 menjadi penanda debut Klok berseragam Timnas Indonesia. Perasaan pemain berdarah Belanda itu pun campur aduk.

"Target saya emas jadi tidak sepenuhnya senang. Namun oke, ini baru awal dan juga sebuah prestasi yang tidak akan dilupakan dalam hidup saya," katanya.

Terpisah, Pelatih Timnas Indonesia U-23, Shin Tae-yong mengapresiasi kerja keras anak-anak asuhnya hingga berhasil meraih medali perunggu SEA Games 2021 setelah mengalahkan Malaysia.

"Kami berterima kasih kepada pemain yang telah bekerja keras sampai akhir," ujar Shin pada konferensi pers usai laga kontra Malaysia di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (22/5/2022).

Ia mengakui, perjuangan Garuda Muda dalam merebut medali perunggu sangat berat dengan keterbatasan pemain yang siap bertanding.

Bahkan terangnya, hanya 14 pemain yang bisa mengikuti latihan terakhir jelang pertandingan.

"Jujur pada latihan terakhir hanya diikuti 14 pemain saja. Situasi ini memang pertama kali saya hadapi saat menjalankan pertandingan penentuan. Namun, saya tetap berterima kasih kepada pemain,” ujarnya.

Load More