Ranah - Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga kini belum ditemukan setelah enam hari hilang. Sebelumnya, Eril hanyut di Sungai Aare, Swiss, pada 26 Mei 2022 lalu.
Ridwan Kamil dan istrinya Atalia Praratya saat ini masih Swiss untuk memantau secara langsung pencarian Eril.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto pun menceritakan kondisi Ridwan Kamil saat ini. Ridwan Kamil dan keluarga sudah mulai tegar menghadapi musibah anak sulungnya.
"Iya saya dua hari yang lalu kontak Kang Emil, beliau tegar, beliau minta mendoakan, dia menyatakan terima kasih atas dukungannya gitu, karena saya selalu mengajak semua mendoakan ya," ujar Bima Arya dikutip dari Suara.com, Rabu (1/6/2022).
Bima Arya yang merupakan teman karib Ridwan Kamil juga menuturkan meskipun mulai tegar, Ridwan Kamil memang masih meminta izin cuti dalam tugasnya sebagai kepala daerah untuk terus memantau langsung pencarian anaknya di Swiss.
Ia menambahkan, Ridwan Kamil bersama istrinya Atalia Praratya setelah pencarian selama beberapa hari ini, didengar mulai siap dengan kemungkinan terburuk atas kabar mengenai Eril.
Sebelumnya Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat di Bandung, Minggu, Ridwan Kamil pada Sabtu (28/5) memantau langsung upaya Polisi Maritim Bern untuk menemukan Emmeril atau Eril.
Tim pencari mengerahkan kapal dan drone untuk menyisir area di sepanjang Sungai Aare serta menurunkan penyelam ke beberapa lokasi di sungai tersebut.
Pada hari-hari awal kabar Emmeril terseret arus Sungai Aare, kata Bima, mungkin sahabat dan keluarganya pasti berat menghadapinya.
Namun atas dukungan moril dan doa masyarakat seluruh Indonesia kini Ridwan Kami sekeluarga semakin tegar.
"Dan kelihatannya, keluarga itu sudah sangat-sangat tegar ya. Artinya siap menghadapi kemungkinan terburuk sekali pun ya, gitu kira-kira," beber Bima.
Bima memperkirakan Ridwan Kamil akan mulai kembali ke Indonesia dan bertugas sebagai Gubernur Jawa Barat pada minggu depan.
"Saya kira begitu ya, rencananya, tidak mungkin terus-terusan di sana. Dalam satu minggu ke depan akan kembali kelihatannya ya," tutur Bima.
Berita Terkait
-
Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
Dari Sudut Sempit ke Sudut Gawang, Gol Brilian Julian Alvarez Buyarkan Logika Statistik
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU
-
Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik
-
Teriakan Anggota Paskibraka Sayang-sayang Pak Koster Bikin Netizen Geli: Gak Mungkin dari Hati
-
Fajar Emas Kembali Menyapa: Bromo Resmi Dibuka Besok Setelah 13 Hari Melawan Api
-
Membaca Buku Ada Nama yang Abadi di Hati tapi Tak Bisa Dinikahi:Cinta Tak Harus Memiliki
-
Kabar Baik dari Italia, Jay Idzes Gabung Timnas Indonesia Satu Minggu Sebelum FIFA ASEAN Cup 2026
-
Istri Dikta Umur Berapa? Ini Profil dan Pekerjaan Rachel Florencia
-
Bakom Ungkap Digitalisasi Bansos Bisa Hemat Anggaran Negara hingga Rp 200 Triliun
-
Panjat Pinang: Dari Hiburan Kolonial Menjadi Tradisi Kemerdekaan
-
Skandal di Balai Desa: Hanya Pakai Sarung Saat Digerebek, Oknum Kasun di Gresik Didenda Rp20 Juta