/
Selasa, 03 Januari 2023 | 19:06 WIB
Ilustrasi. [Foto: Annabel P/pixabay.com]

Ranah.co.id - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan, Idris Sanur dikeroyok di kediamannya di Kelurahan Birugo, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar), Senin (2/1/2023).

Polisi menduga, pengeroyokan Idris tersebut karena persoalan utang piutang. Bahkan, polisi juga telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersbut dari istri korban dengan nomor laporan LP/B/1/I/2023/Polresta Bukittinggi tanggal 2 Januari 2023.

"Benar, kami telah menerima laporan dari istri korban yang menyebut korban atas nama Idris Sanur dianiaya dan dikeroyok beberapa orang di rumahnya sendiri," ujar Ps. Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Fetrizal, Selasa (3/1/2023).

Menurut Fetrizal, berdasrkan laporan yang diterima, dugaan tindak pidana penganiayaan dilakukan secara bersama-sama, korban dikeroyok hingga tidak sadarkan diri hingga dibawa ke rumah sakit.

"Sesuai keterangan pelapor, Yusmina, tempat kejadian di dalam rumah yang beralamat di Jalan Pendidikan, Kelurahan Birugo, Kecamatan ABTB, Kota Bukittinggi. Korban dipukul dan dianiaya oleh tiga orang, dua laki-laki satu perempuan," ungkapnya.

Fetrizal mengatakan, pengeroyokan terjadi di dalam rumah korban sekitar pukul 15.30 WIB. Awalnya, pelapor yang merupakan istri korban mendengar ribut-ribut di lantai satu rumah.

Lalu, setelah pelapor melihat CCTV, lanjut Fetrizal, terlihat korban Idris sedang dipegang oleh seseorang. Kemudian pelapor turun, namun didorong kembali ke atas oleh seorang perempuan.

“Pelapor kemudian dicakar dan datang lagi seorang laki laki mendatangi pelapor dan menjambak rambut pelapor, kemudian pelaku turun,” katanya.

Dijelaskan Fetrizal, data sementara, dugaan penganiayaan terhadap Ketua DPP Relawan Rumah Gadang Anies Baswedan itu bukan karena politik. "Dugaan sementara, itu terkait masalah utang piutang. Kami masih mendalami dan melakukan penyelidikan," jelasnya.

Baca Juga: Respons Nasdem Soal Anies Baswedan Dilaporkan ke Bawaslu Atas Tudingan Curi Start Kampanye

Sementara itu, istri korban, Yusmina (32) mengatakan, pengeroyokan itu terjadi di rumah yang sekaligus toko bangunan milik korban, diawali dengan tiga orang yang datang ke toko, lalu terdengar suara ribut, sedangkan ia dan anak-anaknya saat itu berada di lantai dua.

"Yang saya lihat yang mengeroyok tiga orang, dua orang pukul Pak Haji, terus yang satu lagi perempuan ambil sendok semen, pukul kepala Pak Haji sampai robek, saya sudah buat laporan polisi, semoga orangnya cepat ditangkap, yang tahu jelas siapa orangnya itu suami saya, tapi beliau belum bisa ditanyai," ujar Yusmina.

Diketahui, Korban Idris Sanur mengalami luka di kepala dan sekujur tubuhnya dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi.

Kejadian ini sempat membuat heboh masyarakat di Kota Bukittinggi dan korban langsung dijenguk oleh para relawan Anies Baswedan yang berada di sekitar daerah setempat.

Load More